Tampilkan postingan dengan label Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bijak. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 20, 2013

Hidup itu Sederhana (Renungan Malam)

Judulnya kadang gampangin, tapi begini, kita lahir tanpa membawa apa-apa dan kita dikasih kesempatan menikmati kenikmatan dunia tanpa kita tahu kapan akhirnya. Sebagian diberi kesempatan lama, sebagian yang lain diberi kesempatan hanya sebentar. Kuteringat sesosok laki-laki kecil yang tumbuh bersamaku waktu kecil yang akhirnya pergi diumur yang masih muda. Ponakanku Rizki, hidupku susah, namun kutak mampu menceritakan bagaimana sulitnya dirimu tumbuh dan berkembang seperti itu, mungkin melebihi kesulitanku. Hidup itu sederhana, ada yang datang dan ada yang pergi, kita bergantian muncul di bumi ini.

Sederhana kan, kita mau senang, berusaha, membahagiakan orang lain sebisa kita. Kita mau susah silakan berpangku tangan, hanya orang malas yang percaya dengan berdiam diri dia punya mimpi seribu satu mimpi dan berangan setinggi langit, dan angan itu tak berujung. Ketika diberi nikmat, jangan lupa karena nikmat itupun mungkin sementara, kita diberi warna warni hidup yang mungkin juga akan diberi kesulitan. 

Dunia itu fana, dikejar boleh....alangkah indah jika dunia kita raih dan bisa berbagi dengan orang lain, mendekatkan diri kita padaNya. Alangkah celaka jika dunia diraih dengan segala cara tanpa rasa syukur dan   tak mau berbagi dengan orang lain. Ungkapan ini bukan untuk berpuas diri, namun kita perlu membumi, karena sederhananya hidup itu bakal menemui mati. Kita makhluk lemah, tak pantas bersombong diri.
Penutup, melakukan tak semudah bicara, itu yang penting!

OK, tak bagus juga hidup berlama-lama dengan berfilosofi, jalani dan nikmati hidup yang "sederhana" ini. Mari berusaha menjadi pribadi bermanfaat buat sesama

"Kerja keras, banyak bersyukur, untuk dunia lihatlah kebawah, untuk akhirat lihatlah keatas"

Rabu, Februari 06, 2013

Saudaraku..

Sepeninggal orang tua, kita tentu saja akan menjalani kehidupan masing-masing ke depannya wahai saudaraku. Tulisan ini bukan nasehat, tapi lebih tepatnya sekedar berbagi jalan pikiran.

Sisa umur kita tentu saja makin sedikit, dan entah siapa yang paling sedikit, kita juga tidak tau....Namun, langkah ke depan masih panjang, setidaknya kita mengejar dunia ini seolah-olah kita akan hidup selamanya. Namun, kita tentu tidak boleh lupa diri, kita harus banyak bersyukur. Jika melihat ke atas, kita akan kelilipan tentu saja, namun untuk urusan dunia lebih baik kita melihat kebawah, bahwa masih banyak orang lain yang lebih susah dari kita wahai saudaraku.

Kalau kita bicara hati ke hati, kita dibesarkan dari keluarga baik-baik walaupun dalam situasi  yang sulit. Namun, hidup itu ibarat bola, kadang diatas dan kadang dibawah. Kalau diantara kita sedang diatas, banyak bersyukur, dan kalau kita masih dibawah, ayo kita saling bantu. Saling bantu dalam kekompakan dan kejujuran, berniat baik karena Allah, tanpa pamrih. Walaupun kita dekat, apapun bentuk persaudaraan itu kalau diniatkan baik, akan jadi ibadah...

Ke depan, saling berkomunikasi dan berinteraksi adalah bentuk kecil silaturrahmi yang bisa kita perbuat disaat kita terpisah sangat jauh, mendoakan kedua orang tua dan menjalin silaturrahmi dengan orang-orang terdekat mereka adalah tanggung jawab kita. Kita selalu berusaha untuk selalu rendah hati, berusaha maksimal untuk kehidupan masing-masing dalam rangkaian syukur yang selalu membenam dalam hati. Ketika sulit, mari kita bicara, namun tanamkan dalam hati kita agar bisa mandiri dalam segala hal. Kita sudah banyak bergantung ke orang lain, mulai saat ini mari kita mencoba kompak mengatasi masalah bersama dalam rangka menguatkan persaudaraan kita. Namun, sikap ini jangan sampai menjadikan kita sombong tanpa butuh bantuan orang lain, nauzubillah.

Ya Allah, beri mereka kehidupan yang baik, rasa syukur yang berlimpah, agar rezeki mereka ditambah. Beri mereka kemudahan dalam semua urusannya. Jaga mereka agar selalu dalam lindunganMu Ya Allah. Bagiku, kebahagiaan dan kesedihan mereka adalah milliku juga. Aku berharap selalu mendengar kabar baik walaupun tak akan pergi ketika mereka sulit. Selalu jaga kebersamaan kami, selalu dekatkan hati kami, kami dengan latar belakang kehidupan yang sama adalah sebuah keluarga sederhana yang kompak sejak kecil. Kami akan selalu bersama membangun kehidupan ke depan.

Pemikiran kita bisa berbeda, namun aku berharap kita bisa saling mengingatkan dalam ketulusan.

Jauh dari dalam lubuk hati terdalam, diriku berniat, sudah saatnya ku tak menyusahkan mereka, mandiri dan hanya berbagi cerita bahagia untuk mereka. Wahai saudaraku, aku sayang kalian.

Selasa, Februari 05, 2013

Semoga Khusnul Khotimah, Kami Ikhlas

Hmmmm... rasanya berat menuliskan ini...
tiba-tiba saja didepan komputer selesai mengejar hasil pengumpulan poin perekayasa, ingin ku tulis sebuah rangkaian proses kepuasan, walaupun orang lain merasa aku kehilangan (faktanya iya...). Ya, Bapak ku tersayang pergi....untuk selamanya....semoga khusnul khotimah dan ditempatkan di sisiNya. Sebenarnya malas nulis tentang ini, tapi setidaknya sedikit atau banyak, ada beberapa hikmah yang bisa diambil.

Mungkin masa lalu yang sulit, menjadikanku lebih tegar dalam mengatasi masalah, gak cemen, walaupun kesedihan itu pasti ada.

Tanggal 3, ku mendadak pulang karena Bapak sakit. Waktu itu yang terpikir adalah Bapak paling dirawat beberapa hari saja di Rumah Sakit, tapi kenyataan bicara lain. Enam belas hari di RS bukan waktu yang singkat, dan naasnya lagi, anaknya merantau semua dan berpencar kemana-mana. Ku menyadari, kakak2 yang sudah berkeluarga mempunyai waktu yang terbatas dan akan banyak pertimbangan dalam menghadapi masalah ini, hingga akhirnya hanya 4 orang dari 5 bersaudara yang bisa pulang dan melihat Bapak di RS.

Melihat perkembangan Bapak, entah apa yang ada di pikiran ini, yang terpikir aku berjanji akan menjaga Bapak sampai kembali dari RS. Dia butuh aku, dia butuh anak kesayangannya, mendampinginya siang malam untuk menghadapi sakitnya di RS. Diagnosa komplikasi membuatku semakin tidak tega untuk kembali dalam cuti yang mungkin terbatas.

Mulai dari RS Suliki, Payakumbuh hingga ke Padang, kami bersaudara mengatur waktu untuk menjaganya, karena yang nungguin juga harus tetap sehat. Semua ini butuh waktu, tenaga dan tentu saja biaya. Dalam hal ini, kami berkomitmen, kita rawat Bapak semampu kita, karena kita juga punya keterbatasan, dan selalu berdoa agar Bapak segera sembuh. Kasihan sekali, tak pernah dia dipasang alat-alat aneh seperti itu, sangat tidak tega kalau melihatnya. Tak pernah dia merasa tersiksa seperti itu kayanya, hingga pada saat dia bisa ngomong dia bilang, ayo kita pulang, jangan lama-lama disini. Namun, kami benar-benar mau memastikan dia sembuh sebelum dia dirawat di rumah.

Hingga akhirnya, tanggal 16 Januari 2012, dia pergi selamanya. Satu hal yang kami telah berkomitmen sebelumnya, apapun kita berjuang maksimal untuk Bapak, namun ketika Tuhan mengatur lain, kita harus tabah, sabar dan ikhlas. Jujur, sulit bagiku, namun aku sadar, cepat atau lambat kami juga akan tetap kehilangan. Sejauh kita telah berusaha maksimal, kita akan puas dan dengan tegar mengatakan, kita ikhlas.

Ku melihat (asumsi pribadi), inilah puncak letihnya Bapak, dia berjuang untuk kami, walaupun akhir-akhir ini hanya sekedar tempat berbagi, meminta saran dan pendapat, tak ada beban buat anaknya yang sudah besar, namun dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih berpikir, gimana caraku untuk menyayangi anak-anakku. Pikiran dan tenaga dia curahkan untuk mimpi-mimpi anaknya, Trimakasih bapak.

Ketika kepergiannya, ku mencoba sabar, dan mencoba tabah menghadapinya, walaupun pada akhirnya aku luluh juga, ketika ku menyadari bahwa aku telah ditinggalkan kedua orang tua. Yang kuingat sebelum kepergian Bapakku, "Allah Maha Tahu, Dia tidak akan memberi beban diluar batas kemampuan hambaNya". Dua minggu dirumah membuatku kembali mengingat detail masa kecil, bahkan sampai disini, di Parung, masih ingat. Sulit juga........

Kami berharap sebelum kepergiannya, kami masih bisa membuatnya bangga, memberinya hadiah yang tidak mampu dia lihat sampai selesai. Namun, dia disana tersenyum, meskipun dulu dia tau masa sulit dia dan anaknya tapi sekarang semoga dia merasa bangga pada anak-anaknya. Sayang, hadiah terakhir dariku tak pernah dilihatnya, namun sebelum kepergiannya, dia sumringah dan terlihat dari sorot matanya, dia bangga dan senang padaku.

Tugas kita sekarang wahai kakak2ku, mendoakan kedua orang tua, dan selalu mempererat silaturrahmi dengan orang-orang yang disayanginya, kerabatnya, temannya.


"Allohumma firli waliwalidaiya, warhamhuma, kama robbayani soghira"
Kami puas karena sudah berjuang maksimal, kami ikhlas, tak punya penyesalan, dan kami bangga punya Bapak sepertimu, karena kamu adalah Bapak yang taat (Semoga khusnul khotimah) dan sayang pada anak-anakmu.

Selasa, Desember 25, 2012

2012

Orang lain ribut dengan kiamat 2012, aneh sungguh aneh kalo percaya pada suku maya yang mengakhiri kalendernya 2012, maaf saja, entah pikiran dari mana itu semua. Seolah-olah kita bertuhan pada suku maya. ssssttttt, stop, tidak perlu dilanjutkan lagi, yang jelas sungguh ku tak percaya. Hanya Tuhan yang tahu rahasia itu, Rukun Iman ke-5.

2012, sudah tak terasa berlalu, bersyukur diperbanyak, Tuhan sayang padaku, Tuhan sudah menjagaku,  membangunkanku ketika ku terpuruk, Dia memberiku ujian, agar aku semakin kuat, semakin bijak menyikapi hidup.

2012, adalah tahun seribu kebaikan. Selama kita berbuat baik dengan tulus ikhlas pada sesama, maka Tuhan punya cara untuk membalasnya, percaya deh.... Tuhan itu maha tahu, bahkan Dia tau apa yang sempat kita pikirkan, apalagi apa yang kita perbuat. Umur, rezeki dan jodoh adalah rahasianya, Tuhan punya cara untuk membukakan pintu rezeki buat kita, Tuhan punya cara untuk menunjukkan jodoh kita. Banyak cara, sungguh banyak cara Tuhan itu menyayangi hambanya.

2012, banyak ujian kehidupan, banyak tantangan, sebanyak orang senang, mungkin sebanyak itu pula yang tidak senang. Yang disayangkan, adalah orang yang menganggap kebaikan kita adalah tipu muslihat kita, sungguh tak bijak cara pikir itu.

2012, Bekerja dan berjuang di lokasi yang sama dengan sekelumit persoalan. Kuncinya tabah dan sabar, semoga ada solusinya. amiiiiin

2012, Alhamdulillah, bertahap membangun mimpi dengan saudaraku tercinta, membangun mimpi masa kecil, mebanggakan kedua orang tua, membanggakan orang yang telah berjasa hingga aku seperti ini. Bagiku, semuanya adalah ibadah karena kuniatkan baik, tahun 2012 memang tahun niat baik kok.

2012, diberi "calon istri" yang mewarnai kehidupanku, semoga dimudahkan semuanya, amiiiin (vids-keeboo)

2013, semoga lebih baik, semoga semua rencana tercapai, dan bagiku sebagai ujian kedewasaan tingkat tinggi, apalagi berkaitan dengan rencana yang telah kubuat. Jalani dengan sabar dan banyak bersyukur, amiiiin

Kututup dengan sebuah surat dalam Alquran :
"Lain sakartum laazidannakum, walainkafartum, inna azabun lasyadid"
-Jika kamu beryukur, maka akan kutambah nikmatku untukmu, namun jika kamu kufur, bahwa sesungguhnya azabku sangatlah pedih-



Senin, Desember 10, 2012

Ujian dan Tantangan : Sabar

WOW....
banyak sekali warna warni kehidupan yang kujalani sampai akhirnya ku menempuh hidup 29 tahun di dunia ini. Tak perlu ku mengingat masa lalu yang kadang dari satu sisi kelihatan berliku bangat, tapi disisi lain aku sudah luar biasa, gak menyangka juga sampai melangkah sejauh ini. Bagiku sekarang adalah masa depan, masa depan.....

Satu hal yang perlu kupahami, aku yakin aku sudah bisa bertingkah dewasa, walaupun masih butuh bimbingan, diingatkan, tapi jauh lebih baik dari sebelumnya, apalagi kalau dibandingkan dengan zaman masih sekolah. Semakin bertambah umur, maka semakin bertambah tanggung jawab, dan kita semestinya bisa menyikapi semua masalah yang menghadapi. Satu hal yang perlu dipupuk lagi adalah, kesabaran.....

Sabar bukanlah hal mudah, itupun hanya sabar ketika emosional sesaat. sabar bukanlah hal yang sulit jika kita bisa melihat permasalahan dengan bijak. Namun sabar bukanlah berarti mengalah begitu saja. Banyak hal yang akhirnya kumengalah, lebih tragis lagi ketika hal-hal prinsip pun tak terlaksana. Sabar juga sebagai kepercayaan pada hadiah-hadiah dari Allah setelah kita merasa tidak menerima semua yang pernah terjadi. Sabar itu subur, bener kok. Subur rejeki karena mampu bersyukur, subur karena kita mau berusaha dengan sabar, satu persatu dijalani, punya tekad dan niat baik untuk kehidupan lebih baik. subur ilmu ketika kita sabar berbagi dengan orang lain, subur hati karena kita mau berbagi kasih dengan orang lain yang kita cintai, dengan keluarga, sahabat dan rekan kerja. Sabar menghadapi warna-warni yang kita temui, sabar dengan kekurangan lain, karena mungkin disaat yang sama orang lain juga sabar melihat tingkah kita. Sabar, ketika niat baik disalah artikan, sabar ketika kita dijudge tidak baik padahal dari lubuk hati yang paling dalam, kita benar-benar "nothing tulus". Bagiku, konsistensi berbuat baik adalah urusan kita dengan Allah, kita ikhlas, tidak perlu disebut, tidak perlu juga komentar orang lain. Selama kita yakin, cuekin saja. Bersosialisasi dengan kebaikan tidak perlu mengharapkan pujian jujur dari orang lain, dan tak pula butuh ejekan dari orang lain. Sabar juga berarti syukur ketika melihat orang lain bahagia sedangkan kita tidak terlalu beruntung, sabar ketika orang melihat kita lebih padahal kita biasa saja, sabar ketika banyak sekali melihat teman dan orang lain yang akhirnya menjauh karena kita bukan manusia sempurna, namanya juga manusia....keep it simple, kata slogan bos di kantor....

Makanya ketika ku diujung kesabaran, pragmatis saja berpikirnya, toh kita masih diberi kehidupan sejauh ini. kita masih diberi nafas untuk bangkit, nafas untuk bergerak, bekerja keras, membahagiakan orang disekitar kita. Kenapa tak berbuat saja untuk hari depan, berbuat baik saja. "Nothing tulus" or "nothing to loose" bukan urusan manusia, tapi hubungan vertikal dengan pencipta saja. 

Lama juga gak nulis, maaf kalo akhirnya yang nongol adalah curhat, buah pikiran... tapi kalo gak ditulis, hanya terpikir sesaat saja. Gak apa-apalah, yang penting berbagi tak pernah rugi. 
Lucunya kalo nulis lancar itu lagi melow aja...wkwkwkwkwk
kalo pas senang kok susah ya.

"sedikit tulisan dalam menyikapi hidup di umur ke-29 tahun, semoga umur sisa penuh berkah"

Senin, Oktober 08, 2012

Jalani Satu Persatu

hmmm..
mau nulis dikit aja, setidaknya sekelumit pikiran bersih dan diselubungi kebahagiaan, semoga kebahagiaan itu tidak sementara :)

anyway, satu step kutempuh, setidaknya telah membuatku senang bangat, karena kuberhasil mengikutin kata hati, alhamdulillah orang tua suka dengan yang kujalani. Aku tau, tidak mudah ke depannya, sedikit deg2an juga, tapi itulah hidup. Jalani satu persatu dengan hati tenang dan senang, hasilnya akan menyenangkan.
jauh di pikiran terdalam, ini tanggung jawab, ini tantangan..bisakah aku siap dalam segala hal untuk menghadapi ini? tidak banyak waktu, namun bukan berarti aku tidak bisa. Ini satu langkah maju dan masih banyak langkah yang perlu kulakukan agar semuanya berjalan dengan baik. Cita-cita, cinta dan semua keinginan terpenuhi dengan penuh semangat agar kelak kebahagiaan diselimuti kebahagiaan orang-orang tersayangku.

Satu hal tentang dia, ku tak menyangka sama sekali, sungguh tak menyangka..kenapa? Namun, ku tak layak untuk selalu bertanya kenapa, mungkin inilah hikmah di balik semua kesulitan yang kuhadapi selama ini, Tuhan punya rahasia, walaupun Tuhan belum memberikan ijin untukku memastikan semuaNya. Hanya Dia yang berkehendak atas segala sesuatu tentang diriku.
Aku berharap agar semua dimudahkan, cita dan cinta berjalan dengan seirama, dan disaat yang tepat semuanya berjalan seperti air mengalir untuk memberikan kehidupan masa depan yang lebih baik, amiiiiin

Pada dasarnya, ku melakukan apa yang menurut kata hatiku benar, karena kata hati tidak pernah bohong, sekian :)

                                                               ---------00000-----------

Sabtu, September 22, 2012

No more time...

I think no more time for me.....but i am just running in my place, no no no, so i can do it, everything the best for me. make a good plan, design a good choice, running in the right way, keep move on...hehehe

Be a man, must be strong, more responsibility, my family, my hope, my future, everything belongs to me.....

Sometime we have to be patient, walking step by step, sometime u have to run, looking for everything what you want. You have to be a decision maker for all your hopes.. just you, alone....  the people pray for you, you have to be optimistic, more passion, you know, you can do that.....

I know, I can do it !!! Never give up :)

                                          --------------------------------------------------------------

Perasaan dan Logika


Ada stigma bahwa cewek lebih mengedepankan perasaan, dan cowok lebih kuat logikanya...benar kok itu.... Jujur, pernah menghadapi hal ini, ketika kita mencoba mengedepankan perasaan, kita dihadapkan pada masalah yang sangat rumit, dan pada akhirnya kita sadar bahwa kita adalah makhluk lemah yang akan sangat bergantung padaNya. 

Keseimbangan itu perlu dari perspektif pribadiku, sesuatu yang berlebihan tidak lah baik. Ingat ada surah alquran yang arti bebasnya seperti ini :


"Sayangilah manusia itu sewajarnya, karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi orang yang paling kamu benci, sebaliknya, benci seseorang tanpa berlebihan, karena bisa jadi dia menjadi orang yang saling kamu sayang"


Satu yang kurang baik adalah, jangan mentang-mentang cowok semuanya kamu logikakan, termasuk beberapa curhatan teman yang akhirnya mempertegas hal itu. Ketika bermasalah dengan restu orang tua, jangan lagi berusaha melogikakannya, karena tidak akan pernah bisa kita logikakan, percayalah.... ada hikmah dibalik semua itu. Ridha Allah di ridho orang tua bukan?


Percaya atau tidak, perasaan adalah modal untuk melangkah ketika kamu berhubungan sama seseorang,  logika mengiringi dengan selalu membawa kita ke alam sadar ketika kita terhanyut dalam mimpi berlebihan. Perasaan akan menjadi semangat lebih dalam hal apapun yang akan kamu lakukan demi sebuah logika masa depanmu.

Logika.....
hmmm.... logika membenarkan 1 + 1 = 2, namun pada saat nya kamu mungkin akan menemukan bahwa belum tentu 1 + 1 = 2, bisa jadi 1,5 atau 3... coba deh, suatu saat kamu akan menemukannya, aku pernah mengalaminya. 

Logika dan perasaan, gunakan secara seimbang, jangan berlebihan satu sama lain :)

Rabu, September 12, 2012

Fix You by Cold Play : "Lights will guide you home"


When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse

When the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

High up above or down below
When you're too in love to let it go
If you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears come streaming down your face
When you lose something you cannot replace
Tears come streaming down your face
And I

Tears come streaming down your face
I promise you I will learn from all my mistakes
Tears come streaming down your face
And I

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you


Source : klik here

"i will coming home to find you"

#Menutup Mata (Malu)


sudah lama gak nulis ya, postingan terakhir sudah cukup lama bahkan di cek pun gak pernah....hehe

kali ini kumencoba untuk melihat sisi lain dalam serial runtutan perjalanan hidup ini. Ketika kucoba flash back pada masa lalu, kumelihat bahwa pada dasarnya setiap jalan yang kita tempuh tentunya akan menuju suatu tujuan yang kita buat sendiri. Ketika diawal kita merencanakan sesuatu, kadang tidak sesuai keinginan kita. Ketika banyak masalah yang terjadi dalam perjalanannya, maka sikap bijak yang bisa kita ambil adalah menyikapi dan mengambil hikmahnya.

dan stop untuk masa lalu, memorinya hanguskan, tatap masa depan untuk memberi gairah hidup lebih yang akan menuntun kita ke jalan yang lebih baik. Tuhan itu Maha Penyayang, tidak mungkin dia memberikan beban melebihi batas kemampuan kita. Beban kesedihan sering kita konotasikan dengan ungkapan itu, namun kita kadang tidak menyadari bahwa untuk kesenangan dan kebahagiaan Tuhan juga tidak sia-sia. Dia akan memberikan proses yang berliku agar kita sadar disaat kita siaplah dia akan memberikan keindahan dan kebahagiaan, Indah pada waktunya.

Nah, sekarang apa yang musti kuperbuat? tidak lain, lanjutkan semuanya, dengan penuh semangat. Cita-cita dan obsesi apa yang belum terwujud akan dijalani sampai pada titik orang akan senang dan bahagia ketika kita mencapai kesenangan itu. Egois juga kalau kita bahagia tanpa disaksikan lingkaran senyum dari orang-orang yang kita sayangi. Dulu jujur tak terlalu kusadari, aku sedikit egois mungkin, namun waktu itu aku merasa memperjuangkan apa yang kuinginkan, apa yang menurutku baik, bertanggung jawab pada apa yang kumulai, tidakkah itu baik. Tuhan punya cara lain kok, dia menghargai niat baik dan cara gentleman kita dengan mengganti apa yang belum kita peroleh dengan sesuatu yang lebih baik. Apa itu? who knows, berprasangka baiklah pada Tuhan, karena Dialah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Disaat kamu sedih, ada orang-rang disekitarmu yang akan selalu sayang sama kamu, trimakasih kakak-kakakku, keluargaku, teman-temanku, guru-guruku, sangat terima kasih dukungannya, secara langsung atau tidak. Apa yang kualami, asal didasari dengan niat baik, Tuhan punya banyak cara untuk membalasnya. Ketika kita manusia lemah ini berpikir seribu langkah ke depan, maka Tuhan punya "tak terhingga" cara untuk membalasnya, sering tak kusadari, maluuuu........

Aku mengulas kata-kata ini karena aku melihat semakin terang hikmah dibalik semua ini, Tuhan tidak sia-sia kok. Jika kita baik, akan dibalas dengan banyak kebaikan.

Lainsakartum laazidannakum, walainkafartum, inna azabi lasadid
Jika kita bersyukur, maka akan kutambah nikmatku untukmu, jika kamu kufur, maka azabku sangat pedih.

#Takut dan Malu, Astaghfirullah


Minggu, April 01, 2012

Guruku Memberi Nasehat Tulus, Setulus Hatiku Mendengarkan, Memahami dan Melaksanakannya

Amiiin, itu sambungan judul yang tak tercantum...

Beberapa hari yang lalu,
suatu momen berharga, ketika terjadi perbincangan luar biasa. guru ini bukan sekedar pemberi mata pelajaran yang notabene tidak terlalu kusukai. bukan guruku yang tak kusuka, tapi mata pelajarannya. tapi dengannya dulu kuberusaha untuk menyukai dan memahami dengan sekuat tenaga.


Guru, kebanyakan guru akan memberi mata pelajaran yang diampu dengan target agar nilai kita di sekolahan lebih baik dari semester ke semester. tapi beda dengan guru ini, pintar membangun suasana diluar itu. Bagaimana membangun suasana psikologi yang kondusif didalam kelas maupun diluar kelas.
Tapi itu sudah lumrah juga bagi sebagian guru yang lain.

Namun, ada sesuatu hal yang menarik diluar itu. Diawali dengan kalimat "anggap ibu bukan gurumu, tapi ibu adalah ibu kandungmu" dia bertutur dengan lembut, semua kasak kusuk pikirannya mengalir dalam suatu bentuk keprihatinan pada anaknya yang dicintainya.

Ketika sharing antara guru dan murid bukan sekedar hubungan mata pelajaran lagi. Tapi lebih mengarah bagaimana menyikapi hidup yang penuh tantangan. Membicarakan gejolak pribadi anak muda sepertiku maupun gejolak sosial disekelilingku. Lebih luar biasa lagi, ketika sharing itu di awali dengan nasehat tulus dari seorang guru untuk kita. Mereka pada dasarnya kita ingin sukses dalam karir, melewati hidup dengan senang dan gembira. Namun, yang tidak boleh kita lupakan, bahwa umur bukan jaminan kita akan bertahan lama di dunia ini. Jadikanlah dunia sebagai awal untuk menapaki alam akhirat yang lebih baik. Banyak ceramah yang sudah kudengar, seringnya tidak membekas terlalu dalam. Tapi entah kenapa, nasehatnya kali ini memberiku inspirasi luar biasa. Disamping itu, nasehat yang diiringin keteladanan adalah sesuatu yang sangat bisa kuterima, karena banyak orang memberi nasehat tapi tidak menerapkan dalam kehidupannya. Sungguh, sudah cukup lama ku tidak mendengar pencerahan tulus dari guruku ini :'(

Dia bukan guru spiritual atau guru agama, tapi pendekatan agama yang disampaikan kepadaku sangat membekas, sesuatu yang sudah lama tidak terdengar, bagaimana tulusnya seorang guru menyayangi muridnya, tidak hanya dalam sekolah, bahkan setelah luluspun dia masih mengingatkan kita bagaimana menyikapi hidup, mendekatkan diri padaNya, dan semua itu bersumber dari Alquran. Katanya, sepintar-pintar manusia adalah manusia yang rendah hati, membaca, memahami dan mengamalkan konsep-konsep yang ada dalam Alquran. Orang yang cerdas menurutnya adalah orang yang memahami Alquran, orang yang menyadari bahwa Tuhan lah pemilik pikiran itu. Ketika kita merasa sombong dan percaya dengan kemampuan pikiran sendiri, seringkali kita gagal menapaki hidup. Orang pintar bukan sekedar pintar di otak, tapi orang yang bisa menyelaraskan kehidupan dengan pikiran dan hati yang bijak, dan semuanya bersumber dari Alquran.

Banyak penafsiran alquran yang kita terima, tapi kita tidak menyadari bahwa tanpa tafsiran alquran dengan pikiran kita belum paham, menghubungkan suatu ayat dengan ayat lainnya. Bagaiman kita bisa memahami hubungan antar ayat Alquran dan menambah penafsiran Alquran melalui hadits jika kita belum mampu memahami isi Alquran itu sendiri. Kita telah khatam alquran, tapi kita hanya mendapatkan gelar semata, tapi kita tidak pernah khatam dalam arti sesungguhnya. Jangan bangga jika khatam Alquran jika kita masih "galau" dalam menyikap kehidupan.

Suatu hal yang penting dari nasehat Guruku ini, kecerdasan harus dibangun dengan membaca Alquran, memahami isinya dan mengamalkan. Jangan hanya membaca buku pelajaran yang jumlahnya ribuan, tamatkan 1 buku, alias Alquran...itu sudah luar biasa sebagai modalmu.

Jadi Amri, mulai lah dari kini, kamu masih muda, jangan terlambat menyadari. Ibu "mungkin" sudah banyak berdosa, sehingga susah untuk mendapatkan kekhusukan dalam sholat, keihklasan dalam beramal, tapi ibu akan berusaha untuk mengisi sisa hidup ini dengan ketaatan pada Allah. Ibu ingin kamu mulai dari sekarang, belajarlah dari semua buku, bekerjalah dimanapun dengan semangat, tapi jangan lupakan Alquran sebagai pegangan hidup yang mencakup semua aspek kehidupan.

3 jam kami berinteraksi via telpon, dan baru kali ini aku bener-bener merasakan suasana luar biasa darinya. Senang, tenang, insipired, dan exciting. Trimakasih guruku, nasihatmu seperti air dalam dahaga. Nasehatmu sepertinya kudengar ketika aku masih kecil, 12 tahun lalu....


"Alquran adalah sumber hidup utama, kepintaran bersumber dari Alquran".
Ku tidak mendapatkan ini dari seorang ustadz, tapi seorang guru, guru yang sangat kusayang...
semoga keberkahan selalu melimpah padamu Ibu, trimakasih.

Sabtu, Februari 04, 2012

100 Target, more n more >>

Tontonan inspiratif :)

Hampir sama...beda akhirnya :(
Saatnya introspeksi diri...

Sabtu, November 05, 2011

PERASAAN

Perasaan....

sekali lagi bermain dengan perasaan.....
Sebenarnya enak juga kaya zaman dulu, tidak perlu pake perasaan sebelum waktunya datang, toh udah ada yang disiapkan. tapi sebelum itu, tidakkah kita dilibatkan seribu perasaan karena bertemu dengan berjuta-juta orang dengan segala perasaannya? pentingnya mengelola perasaan ibarat sebuah dapur yang tidak akan pernah lepas dari sebuah bangunan rumah, disanalah sumber aktivitasmu, disanalah asalnya kamu punya energi lebih untuk beraktifitas, jadi tidak bisa kita mengabaikan sesuap nasi di waktu pagi atau roti, atau  semangkok mie diwaktu malam. Yang ada kamu akan terlelap dengan kemalasan dan lupa bahwa kamu hidup akan mengalir terus dan butuh perjuangan. 



Perasaan....
Perasaan itu bisa datang kapan saja, semua berawal dari interaksi. sekarang perasaan anda semakin terbuka dengan terbukanya sarana interaksi. Ketika perasaan mulai tumbuh, hati-hatilah...sabarlah...karena bisa jadi ini sebuah awal untuk kehilangan logika, tapi bisa jadi akan menjadi sumber spirit berlebih dalam hidup kita. Perasaan, bisa datang dari mulut, dari mata dan dari hati. Biasanya dari mata turun ke hati, itulah yang namanya cinta. Siapa yang bisa menebak kapan anda jatuh cinta, jika semuanya mengalir dalam lantunan lagu romantisme yang selalu mengiringi. Namun, sadarkah kita bahwa perasaan bisa datang dan pergi begitu saja, seperti datangnya yang tiba-tiba. Ketika kamu menemukan perasaan, dan kamu senang untuk merawatnya, rawatlah dengan sebaik  hatimu karena akan memberikan semangat berlebih dalam hidupmu. Awalkan semua itu dengan niat baik karena seperti apapun akhirnya, kamu akan mampu melogikakan kembali perasaanmu. Jadi, perasaan itu hanya bermuara pada kesenangan atau kesedihan, tidak ada yang samar-samar dan semuanya perlu kita logikakan kembali. Kalau tidak ada perasaan, maka hidupmu tidak akan berwarna.
Perasaan....
ada yang bilang perasaan tidak bisa dilogikakan, memang benar... Tapi semua tetap berawal dari perasaan. Kamu akan semangat bantu orang jika rasa-rasanya orang ini memang butuh bantuan, kamu semangat bantu orang karena kamu rasa kamu suka dengannya, suka bukan sekedar dalam bentuk cinta, tapi suka dalam arti sebuah pertemanan, persahabatan.

Perasaan.....
Banyak orang yang mencoba terburu-buru melogikakan perasaan, karena dengan begitu muncullah yang namanya prasangka. Prasangka bisa baik bisa buruk, tapi seburuk-buruk prasangka adalah melalukan sesuatu yang menurut logika belum tentu benar. Yang ada nantinya, kalo prasangka tidak benar, kita akan menyesal dan merasa bahwa perasaan itu tidak membantu.

Perasaan.....
Banyak orang yang mengedepankan perasaan, tanpa berpikir dengan logika yang benar. Ketika berbuah kabar baik, maka akan sangat berbahagia. Namun, ketika mengedepankan perasaan, terus berbuah kesedihan, maka ia akan hanyut kesedihan dalam waktu yang lama. Banyak juga yang akhirnya  lupa dan melogikakan siapa sebenarnya pemberi perasaan. Itulah yang tidak boleh  kita lakukan.

Perasaan.....
Adalah sumber warna dalam hidup ini, ketika kamu tidak bisa mengelola perasaan, termasuk dalam dunia kerja, maka kamu akan bekerja karena rasa. Dalam pekerjaan, perasaan perlu dikesampingkan, karena dengan rasa berlebihan, kamu akan hanyut dalam semangat ekstrim atau dalam menyerah dengan ekstrim. Itulah yang perlu dihindari. Dalam pekerjaan, perasaan bukan alasan utama untuk memulai sesuatu. Tapi perasaan adalah bumbu yang perlu ditambah agar semakin manis. Karena dalam pekerjaan, partner adalah teman yang akan membantu dan dibantu, semuanya bermuara pada etika profesional dan  tanggung jawab. Ketika kamu melibatkan perasaan berlebihan, maka kamu akan menjadi tebang pilih dalam bekerja, padahal warna partner dengan segala kelebihan dan kekurangannya akan selalu mengiringi kamu setiap hari untuk sesuap nasi bersama. So, sadari profesionalitas dan minimalkan penggunaan perasaan agar kamu menjadi orang yang bertanggung jawab dengan pekerjaanmu.

Perasaan....
darinya segalanya bersumber tapi tidak boleh memperturutkan perasaan karena semua butuh logika dan kesadaran. Jangan  lupa, siapa pemberi perasaan dan logika. Itu!!!!!!

Jumat, November 04, 2011

Keajaiban Komodo Tidak Ditentukan dengan Voting SMS


source : www.cek-info.blogspot.com
Setelah heboh dengan berita reshufle kabinet yang diikuti oleh berita memanasnya  situasi keamanan di provinsi paling timur Indonesia Papua, akhir-akhir ini dihebohkan lagi dengan pemilihan Tujuh Keajaiban Dunia yang diselenggarakan oleh New 7 Wonders dimana Indonesia dengan KOMODO nya menjadi salah satu finalis.
Khabarnya New 7 Wonder  adalah organisasi independen dan tercatat di pemerintahan Swiss, namun hingga sekarang masih diperdebatkan tentang keberadaan organisasi ini karena alamat kantornyapun tidak jelas sampai-sampai Dubes RI di sana  berniat untuk melacak organisasi ini.
Yang menarik dan juga aneh (gak habis pikir deh!), walaupun organisasi ini diragukan keabsahannya sebagai penyelenggara dan penentu dari tujuh keajaiban dunia, banyak orang Indonesia yang sangat antusias menyambut “sayembara” penentuan tujuh keajaiban dunia, tidak kurang dari seorang Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden RI yang didapuk oleh P2K (Pendukung Pemenangan Komodo) sebagai komandan pengumpulan suara lewat SMS melalui voting SMS Komodo dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya ke nomor yang disediakan oleh Content Provider (CP) bak voting ajang pencarian bakat.  Anehnya lagi CP yang menjalankan layanan SMS vote dukungan Komodo untuk menjadi  salah satu tujuh keajaiban dunia ternyata tidak mempunyai hubungan dengan pihak New 7 Wonder secara langsung.
Sebenarnya keanehan dari New 7 Wonder ini sudah lama yaitu sejak tersiar kabar adanya surat dari New 7 Wonders yang ditujukan kepada Jero Wacik selaku Menteri Budaya dan Pariwisata pada waktu itu.  Surat tertanggal 6 Desember 2010 yang dikirimkan oleh Direktur New 7 Wonders Jean Paul de la Fuente yang isinya menawarkan kepada Indonesia sebagai tuan rumah pengumuman pemenang New 7 Wonders pada 11 November 2011 dengan membayar US$ 10 Juta sebagai investasi dalam promosi, brand dan  membentuk reputasi di dunia internasional.  Bila Pemerintah Indonesia menerima penawaran ini bisa bekerja sama dengan sebuah yayasan milik warga Indonesia, Lolita Lita Anugerah Foundation.
Kenapa kita sebagai sebuah bangsa yang besar masih saja mudah untuk mempercayai hal-hal yang belum jelas keberadaannya apalagi hal ini menyangkut nama baik sebuah bangsa.  Apakah kita tidak malu kalau sampai dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan kebodohan kita yang sering kurang bisa berfikir jernih untuk menyaring berita-berita yang beredar melalui media massa.
Apa jadinya kalau New 7 Wonders itu hanya organisasi jadi-jadian atau akal-akalan untuk mengeruk keuntungan sesaat dengan memanfaatkan kebodohan kita yang begitu saja menerima bujukan-bujukan tidak berdasar.
Bukankah lebih baik kita sendiri yang mempromosikan Komodo sebagai Keajaiban Dunia melalui berbagai media yang berskala internasional  daripada membuang-buang uang untuk organisasi yang tidak jelas, sebagaimana di tahun 1912 Peter Ouwens Direktur Museum Zoologi di Bogor menerbitkan paper tentang Komodo sehingga membuat para peneliti dari berbagai belahan dunia berkunjung ke Pulau Komodo untuk mengadakan penelitian dan hasil penelitian tersebut tersiar ke seluruh penjuru dunia.
Sebenarnya tanpa ikut sayembara New 7 Wonders organisasi yang gak jelas tersebut, Komodo sudah dikenal di seluruh dunia  sebagai binatang langka yang diyakini berevolusi dari nenek moyangnya di Australia 4 juta tahun yang lalu.
Tinggal bagaimana mempersiapkan infrastruktur  dan akomodasi yang memadai bagi para turis yang berkunjung di Pulau Komodo serta mengemas Komodo sebagai komoditas pariwisata yang menarik.
Dan yang lebih penting lagi adalah melestarikan Komodo  dari kepunahan karena jumlahnya yang makin menyusut.
Jadi sebenarnya keajaiban Komodo bukanlah ditentukan melalui voting SMS…tapi keajaibannya sudah terbukti dari penelitian yang sudah dilakukan sejak 1912!!
BAGAIMANA PENDAPAT ANDA????

tulisan teman di Balikpapan :)

Minggu, September 18, 2011

Kericuhan Kecil di Komunitas Blogger

Komunikasi via jejaring sosial saat ini telah banyak dilakukan orang. Sarana jejaring sosial yang saat ini cuku populer di Indonesia adalah Facebook (FB). Fasilitaas yang tersedian di FB cukup beragam mulai dari sarana posting status lengkap dengan komentar, upload foto, chattin, permainan dan lain-lain. Saat ini FB juga tersedia fasilitas kelompok diskusi dalam bentuk grup yang dapat diuat dan dikelola dengan mudah. Grup ini dapat digunakan sebagai sarana berinteraksi dengan sesama anggotanya. 

Tentu saja setiap ada aktivitas maka selain dapat mengambil manfaat maka terkadang juga ada efek yang mengganggu anggota. Dalam grup ini juga terjadi hal demikian. Grup dapat digunakan sebagai sarana diskusi, tukar pendapat ataupun interaksi lain. Apabila topik yang didiskusikan ini menarik minat kita maka hal ini akan bersifat menyenangkan, akan tetapi bila topik yang ada bukan menjadi minat kita maka akan menjadi hal yang cukup mengganggu atau minimal tidak memancing perhatian kita. Fasilitas dalam FB ini adalah keberadaan notification atau pemberitahuan untuk setiap masukan komentar yang muncul. Pemberitahuan ini akan disampaikan ke email atau juga lewat pemberitahuan di dalam FB itu sendiri. Apabila diskusi yang terjadi cukup intens maka tentu saja pemberitahuan ini akan muncul berulang kali.
Aktivitas FB dapat menjadi kecanduan.
Aktivitas FB dapat menjadi kecanduan.
Satu hal yang cukup menimbulkan efek negatif adalah seringnya pemberitahuan komentar pada perangkat internet mobile yang dimiliki para penggunanya. Perangkat seperti Blackberry, PDA atau handphone pintar yang tersambungkan online secara 24 jam akan dapat memberitahukan pada pemegangnya untuk setiap pemberitahuan ini. Pemberitahuan ini dapat diatur berupa bunyi-bunyian tertentu atau sekedar kode lain. Kembali ke masalah topik di atas, maka pemberitahuan yang cukup sering akan dirasa mengganggu jika isi yang bergulir tidak menarik minat pengguna.
Saya belum lama ini mengalami dua kasus dimana keberadaan grup ini mulai mengganggu beberapa anggota dan menyebabkan yang bersangkutan mengajukan komplain. Kasus pertama adalah di grup komunitas bloger lokal dan yang kedua adalah di grup alumni almamater.
Kasus pertama
Untuk kasus ini terjadi pada grup alumni kimia yang pada awalnya ditujukan untuk merangkul para alumni. Namun dalam perkembangannya juga melingkupi dosen dan para mahasiswa yang masih aktif. Keberadaan grup ini cukup bermanfaat untuk sarana diskusi berbagai macam topik baik yang serius seperti pemberitahuan even atau beasiswa, bahkan yang santai sekedar obrolan atau curahan perasaan saja.
Dari grup ini kemudian juga berkembang untuk dilaksanakan acara temu darat para alumni. Tentu saja tidak semua anggota bisa langsung ikut dalam acara tersebut. Dalam lanjutannya, acara dan dokumentasi acara tersebut juga ditampilkan di diskusi grup ini. Salah satu yang dipostingkan adalah dalam bentuk foto-foto peserta yang hadir yang kemudian mengundang diskusi dalam postingan tersebut.
Ternyata postingan seperti ini membuat lalu lintas postingan dan komentar menjadi sangat tinggi. Tentu saja akan membuat banyak pemberitahuan secara otomatis bagi para anggotanya. Hal ini membuat sebagian anggota merasa tidak nyaman dan kemudian mengajukan keberatan.
Kasus kedua
Untuk kasus kedua ini terjadi saat saya baru saja mendaftar di group facebook yang dibentuk sebagai kumpulan dari para blogger lokal dari daerah saya dalam wadah komunitas blogger. Sesuai dengan namanya maka bayangan saya para anggota yang tergabung adalah para blogger yang memiliki blog masing-masing. Meskipun tidak ada ketentuan tertulis yang jelas untuk para anggota yang dapat memberi informasi tujuan, persyaratan atau informasi lain, maka saya tetap mendaftar dan menyimak dulu.
Kalau tadinya saya mengira para blogger dari daerah saya ini juga akan berkomunikasi dengan memuat artikel-artikel kedaerahan, tetapi ternyata setelah saya amati kebanyakan artikel memuat hal yang lebih pada komputer atau bahkan tentang seluk beluk blog itu sendiri seperti SEO optimization, teknis website dan lain-lain. Saya sadari itulah trend para blogger yang salah satunya memang untuk menghasilkan uang dari kunjungan ke blog mereka atau pengunjung yang mengklik dari iklan yang tertera di situs mereka. Bagi saya yang membuat blog hanya untuk sekedar pelampiasan ide dan unek-unek dalam kepala, tentu saja mungkin berbeda dalam hal tujuan ini. Tetapi tentu saja tidak menjadi masalah karena saat ini memang banyak orang yang berharap mendapatkan penghasilan yang relatif mencukupi dari model iklan yang terpampang di blog mereka.
Dalam perkembangan berikutnya saya amati banyak anggota yang memberikan informasi blog masing-masing dengan jalan share link alamat blog mereka. Termasuk juga banyak yang memberikan share link postingan artikel-artikel yang mereka buat. Akhirnya saya juga mendaftarkan diri di database informasi blog para anggota. Selanjutnya juga memberi pesan di wall berupa keberadaan blog pribadi saya untuk dapat dikenal para anggota lain.
Ternyata pola seperti ini juga banyak dilakukan para anggota lain yang memasang informasi di wall untuk menunjukkan keberadaan blog pribadi mereka. Hal ini kemudian ternyata menjadikan traffic pesan menjadi meningkat memenuhi wall para anggotanya. Situasi berlanjut saat kemudian ada anggota yang merasa terganggu dan menganggap sudah sebagai suatu spam yang tidak berguna, maka dia merespon yang menurut saya cukup berlebihan. Saya sendiri tidak tahu persisnya apakah yang bersangkutan itu anggota senior, blogger berpengalaman atau malah anggota yang tersasar masuk grup komunitas ini, tapi dari tulisan perkataannya yang sampai membawa nama anggota satwa karnivora menunjukkan satu ironi tersendiri.
Kesadaran Anggota
Selain ikut mengikuti grup komunitas blogger ini, saya juga aktif bergabung dengan grup komunitas lain baik yang sama-sama di FB ataupun di grup milis. Selain itu berkecimpung juga di citizen journalism Kompasiana dan aktif di Yahoo Answer. Dari pengalaman ini memang saya mendapatkan pemahaman tentang banyak perbedaan latar belakang para anggota yang terlibat. Dari sini hendaknya malah digunakan untuk menerima perbedaan dengan baik. Tetapi yang membuat saya kaget saat di komunitas ini adalah jika penggunaan kata yang relatif kasar dan menjadi situasi tidak nyaman. Hal yang seharusnya terjadi adalah setiap anggota harus dapat menempatkan diri pada situasi yang terjadi.
Perangkat mobile untuk akses FB
Perangkat mobile untuk akses FB
Penyelesaian masalah ini sebenarnya dapat dipermudah oleh berbagai pihak. Terutama pihak moderator atau inisiator grup yang memberikan peringatan kepada para anggotanya untuk tidak membuat informasi di wall grup yang berkesan sebagai spam. Bagi para anggotanya sendiri, yang sebagai seorang blogger dan terbiasa dengan teknologi internet, tentunya punya pengetahuan untuk mengatur setting akoun pribadi di grup tersebut. Dengan demikian jika dia merasa terganggu dapat memutuskan keluar mengundurkan diri dari grup atau tetap bertahan sebagai anggota dengan mengatur setting untuk tidak menampilkan pemberitahuan otomatis. Jika ingin memberitahukan masalah ini, mungkin dapat dilakukan dengan baik. Saya yakin sebagai seorang blogger maka penyampaian komunikasi seperti ini adalah hal yang sangat mudah.
Saya juga punya pengalaman diajak masuk dalam suatu grup tentang informasi ibadah haji. Mengingat saya mengenal inisiator dan juga merasa hal ini cukup bermanfaat maka saya bergabung dalam grup ini. Dalam perkembangannya ternyata status membanjiri inbox berupa detail dan segala informasi yang terkait. Bagi saya hal seperti ini malah menjadi informasi yang tidak berguna lagi karena dapat saya peroleh dari sumber lain. Akhirnya karena merasa terganggu, saya setting sendiri untuk tidak menerima status dari grup ini tanpa harus keluar sebagai anggotanya.
Klik Edit Setting
Klik Edit Setting
Hapus centang pada isian pemberitahuan (notification)
Hapus centang pada isian pemberitahuan (notification)
Cara pengaturan di atas tadi kalau memang masih belum memuaskan maka penyelesaian akhir yang mudah adalah dengan cara mengundurkan diri dari grup tersebut.
Jadi memang dimana-mana, kita harus selalu bisa membawa diri dan untuk selalu menjaga tenggang rasa.  Tetapi memang perlu diingat bahwa peran aktif anggota tetap diperlukan, misalnya dengan memberitahukan ke moderator soal anggota yang ‘nakal’ atau soal postingan yang bertentangan dengan peraturan dari tujuan grup. Kedewasaan para anggota sendiri yang menentukan pertimbangan-pertimbangan ini.
Salam FB.


Disadur utuh dari 

Senin, September 12, 2011

Wake Me Up When September End

09/11. Ultah pak  Beye :)

10/09/11. Ini hari aku merelakan seseorang untuk berbahagia, berat memang. tapi ku yakin ada hikmah dibalik semuanya. Aku sudah berusaha, bekerja keras, tapi ada tembok yang kuat yang sampai sekarang tidak bisa aku logikakan. Aku tidak akan menghujat, menyalahkan, karena di awal ku sudah berdoa, jika telah Engkau tentukan, mudahkan jalannya ya Allah. Yang penting aku sudah mengusahakan dengan semaksimal mungkin. Bahkan terkadang usaha nekatpun dah kusiapkan, namun apa mau dikata, ada kuasa Tuhan yang menentukan.

Aku tidak menyerah, remuk sudah hal lumrah. Namun, hidup ini akan mengalir, hidup ini akan terus berlanjut.yang penting aku bisa bangkit, dan melanjutkan pencapaian lain.
Kebahagiaan ibarat kupu-kupu, semakin dikejar, dia semakin lari. namun jika kita fokus pada hal lain, dia tanpa sadar akan hinggap dibahu kita dengan tenang dan damai. Tidak ada yang perlu dirisaukan, karena kuasa Tuhan sudah menentukan kapan dan waktu yang tepat, yang penting selalu berusaha.

Dalam lagunya Green Day, wake me up when september end, bisa diasosiakan keinginanku untuk bangkit lagi di bulan september ini, dan sering kita dengar kiasan "september ceria". So, ceriakan hidup dengan semangat dan aktivitas yang membuatmu tersenyum. Semoga tidak ada lagi orang yang menghalangiku untuk tersenyum, amiin.

11/11. Tragedi 11 September

Hanya Pak Beye yang ceria, wkwkwkwk

Minggu, September 11, 2011

R.E.M.U.K

Terbayang, ketika bumi dan seluruh isinya remuk
ketika sangkakala ditiup
tidak ada lagi tempat berpijak
tidak ada lagi asupan udara untuk kita
disaat itulah akhir dari segala akhir

seremuk itukah kita
ketika hanya ciptaannya yang membuat kita serasa tak berpijak
serasa..hanya serasa
ketika udara terasa mengandung debu
disaat itulah akhir segala akhir?

remuk dan beku hanya sementara
tidak ada yang abadi
ciptaan tuhan hanya sementara
perasaan itupun hanya sementara

kelamnya langit bukan karena hujan mau turun
kelamnya karena matahari sedang berbuat adil
membagi cahaya untuk ciptaan yang lain
Indahnya Tuhan mengatur semua

Kembalilah padaNya ketika kamu remuk
karena Tuhan Maha Adil
Sebaik-baik kembali hanyalah padaNya

Adilnya dan Bijaknya Tuhan
dia merahasiakan suatu kebahagiaan yang tertunda
carilah rahasia itu, karena pada saatnya
dia akan menghampirimu tanpa sadar

Maha Kuasa Tuhan Illahi Robbi.


a poem in 2 minutes :)


"Saya, Alfred Riedl dan Piala AFF 2010"


Penulis: bepe, 16 August 2011

Suatu pagi, setelah latihan rutin bersama Timnas menjelang AFF bergulir, pelatih kepala tim nasional Indonesia  Alfred Riedl tiba-tiba memanggil saya. Di tengah lapangan, di bawah terik mentari dan dalam keadaan bercucuran keringat, kami melakukan sebuah pembicaraan. Iya, sebuah pembicaraan yg boleh di katakan cukup serius atau bahkan teramat sangat serius...
Dalam pembicaraan ini, saya dan Alfred membuat sebuah kesepakatan. Sebuah kesepakatan yg jujur akan menjadi sesuatu yg sangat berat bagi saya. Akan tetapi kesepakatan tersebut, terjadi atas dasar sebuah profesionalisme. Atas dasar jiwa profesional Alfred sebagai pelatih dan juga jiwa profesionalisme saya sebagai pemain, yg tentunya harus kami berdua hargai dan junjung dengan sangat tinggi..
Di bawah ini akan saya lampirkan isi dari percakapan kami saat itu, sebuah percakapan yg mungkin tidak dapat saya ingat secara detail, akan tetapi secara garis besar  tentu saya sangat pahami dan mengerti betul..
Ini adalah gambaran dari percakapan kami saat itu:
Alfred : Bambang, selama 3 bulan kita bekerja sama. Tentu kamu sudah sangat mengenal karakter saya, begitu juga sebaliknya. Saya adalah pelatih yg jujur, berbicara terbuka dan langsung. Saya bukan tipe pelatih yg suka berbicara di belakang.. 
Saya   : Iya coach, saya tau betul akan hal tersebut..
Alfred : Ok bagus kalo begitu. Hari ini, saya harus mengatakan dengan jujur  jika kamu tidak berhasil menjadi bagian dari 11 pemain inti di Piala AFF nanti..
Mendengar kalimat tersebut seketika lidah saya menjadi kelu, rahang saya serasa kaku dan membeku saat itu. Jelas ini bukanlah kabar yg mudah untuk didengar dan diterima. Beberapa saat kemudian hanya sebuah kata keluar dari mulut saya "Ok". Dan kemudian Riedl pun kembali berkata:
Alfred : Bambang, kamu adalah pemain paling senior di tim ini, kamu sudah berada di tim ini sejak tahun 1999. Saya tau keputusan ini akan sangat berat buat kamu. Akan tetapi saya harus fair dalam membuat setiap penilaian..
Saya  : Iya coach saya tau itu..
Alfred : Asal kamu tau Bambang, jika saya masih membutuhkan kamu. Sampai kapanpun, kamu akan tetap menjadi kapten dan pemimpin dari tim ini. Tidak ada yg perlu di ragukan mengenai hal tersebut. Akan tetapi saya tidak dapat berjanji, apakah kamu akan turun dalam setiap pertandingan di Piala Aff nanti.. 
Saya   : Sebagai pemain, saya akan selalu menghargai dan menghormati keputusan anda sebagai pelatih, apapun itu. Walaupun sejujurnya hal tersebut tidak akan mudah bagi saya..
Alfred : Jadi, kamu dapat menerima keputusan saya..??
Saya  : Bisa coach, tidak ada masalah dengan hal tersebut. Anda mungkin baru mengenal saya selama 3 bulan di tim nasional. Akan tetapi asal anda tahu, bahwa komitmen saya untuk tim nasional akan selalu 100%. Dan saya harap anda tidak meragukannya..
Alfred : Satu hal yg kamu harus tau Bambang, jika semua orang dalam tim ini adalah manusia-manusia yg bebas. Setiap orang boleh pergi jika merasa tidak puas atau tidak nyaman, dan itu juga berlaku buat kamu dan juga saya. Jadi jika kamu merasa tidak puas dengan keadaan ini, kamu berhak untuk meninggalkan tim ini, dan saya akan sangat menghormati keputusan kamu tersebut. Bagaimana..??
Saya  : Tidak coach...!!! Apapun konsekuensinya, saya akan tetap berada di sini. Kecuali jika anda meminta saya untuk meninggalkan tim ini, maka saya akan segera mengemas barang-barang saya dan pulang menemui keluarga saya..
Alfred : Mungkin kamu juga akan mengalami banyak masalah dengan wartawan yg mungkin akan coba untuk memancing perdebatan antar kamu dan saya. Karena sebagai pemain senior, kamu hanya menjadi cadangan. Apakah kamu siap dengan hal tersebut..??
Saya  : Tidak ada masalah dengan hal tersebut coach, lagipula sudah sejak lama hubungan saya dengan wartawan memang tidak berjalan dengan baik. Anda tidak perlu khawatir dengan hal tersebut, saya sudah terbiasa dalam menghadapi hal-hal tersebut..
Alfred : Ok kalau begitu. Apakah kamu juga bersedia untuk membantu saya untuk mengatur, menjaga serta memimpin tim ini sebagai kapten, walaupun mungkin kamu tidak akan bermain sebagai pemain utama..??
Saya   : Saya akan selalu berusaha memberikan hal terbaik yg saya mampu untuk anda, untuk tim nasional dan untuk negara saya coach. Dapat saya pastikan itu..
Alfred : Terima kasih Bambang, saya tau kamu adalah pemain besar yg juga berjiwa besar.. (Dan kamipun bersalaman)
Seketika hati saya bergemuruh, suhu badan saya memanas, keringatpun semakin membasahi sekujur tubuh saya yg memang sudah basah kuyup dengan keringat selama latihan tadi. Kekecewaan sayapun membuncah. Sebuah kekecewaan yg sama sekali tidak berhubungan dengan seorang  pelatih berkebangsaan Austria bernama Alfred Riedl tersebut..
Setiap pemain pasti ingin bermain secara reguler, dan ketika seorang pemain gagal menjadi bagian dari 11 pemain utama, maka sangat wajar jika orang tersebut kecewa (Tentu kecewa dalam arti yg positif). Kekecewaaan saya, lebih tertuju kepada diri saya sendiri. Iya, saya kecewa terhadap diri saya yg tidak mampu mengeluarkan permainan terbaik saya, sehingga harus kalah bersaing dengan striker-striker yg lain. Jadi sama sekali tidak berhubungan dengan kepemimpinan Riedl sebagai pelatih, sekali lagi tidak ada..
Dalam perkembangannya, Riedl juga menjelaskan kepada saya. Jika dia telah menyiapkan saya sebagai pelapis bagi Christian Gonzales. Dia juga mengatakan, jika dia tidak akan pernah berpikir untuk memasang saya secara bersamaan dengan Gonzales di lini depan timnas Indonesia..
Menurut Riedl, tipe bermain saya dan Gonzales adalah sama. Tentu secara strategi akan sangat merugikan jika memasang pemain dengan tipe yg sama dalam satu lapangan, dan untuk hal tersebut saya sendiri sangat setuju. Sehingga, jika nantinya saya bermain, maka saya akan berpasangan dengan Irfan Bachdim atau Yongki Ariwibowo. Serta satu hal lagi yg Riedl tegaskan kepada saya adalah, bahwa dia hanya akan memasangkan saya dengan Gonzales pada saat-saat yg memang sangat-sangat genting..
Maka selama AFF di gelar, sayapun melakukan apa yg menjadi tugas saya di dalam tim ini. Memimpin tim ini baik di dalam maupun di luar lapangan, saya hanya tidak memimpin mereka ketika pertandingan resmi di gelar, karena hal tersebut menjadi kewenangan Firman Utina. Kedisiplinan semua pemain dalam apapun kesempatannya adalah menjadi tanggung jawab saya...
Saat terjadi hal-hal yg tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan tim, maka orang pertama yg harus berhadapan dengan Riedl adalah saya. Suatu contoh, ketika Okto Maniani sempat terlambat makan siang karena ketiduran, Riedl sempat menegur dengan keras Okto dengan berkata demikian, "Okto, jika kamu mau tidur, set alarm kamu agar tidak terlambat. Dan jika kamu masih ragu jika tidak terbangun, kamu bisa tlp kapten (Saya) untuk meminta bantuan agar di bangunkan saat makan siang. Kesalahan-kesalahan mendasar seperti ini jelas tidak dapat saya terima Okto"..
Jadi walaupun status saya hanya sebagai pemain cadangan di tim ini, akan tetapi segala sesuatu yg berhubungan dengan tim ini di luar partai resmi adalah menjadi tanggung jawab saya. Sedangkan di dalam lapangan saat bertanding maka Firman Utina adalah pemimpin tim ini. Dan karena kebetulan kami satu kamar, maka semuanya dapat kami diskusikan dengan cepat. Kami banyak berdiskusi mengenai keadaan tim, utamanya sesaat menjelang tidur malam..
Maka jika anda sekalian cermati, ada sebuah kejadian janggal yg terjadi selama gelaran AFF kemarin. Yaitu setiap tim nasional memasuki lapangan untuk melakukan pemanasan, bukan Firman Utina yg memimpin di depan, melainkan saya. Hal tersebut tentu tidak wajar, mengingat saya hanya pemain cadangan. Akan tetapi karena itu adalah perintah dari Riedl secara langsung, maka sayapun akan melakukannya, walaupun sejujurnya ada sedikit perasaan risih yg mengganjal..
Beberapa kali Alfred sempat memuji saya di depan para pemain di saat meeting. Dia memuji perilaku saya yg mencerminkan seorang profesional, dan dapat menerima segala keputusan pelatih walaupun berat. Serta tetap mampu menjaga komitmen kepada tim nasional, dangan tanpa melakukan hal-hal negatif di dalam tim..
Saya ingat betul ketika sehari setelah melawan Thailand. Sesaat sebelum berlatih, di dalam ruang ganti lapangan ABC  Alfred sempat berujar di depan seluruh anggota tim seperti ini. 
"Saya ingin berterima kasih kepada Bambang, karena telah banyak membantu saya dalam menjaga tim ini, dan juga untuk kontribusinya yg besar pada pertandingan kemarin (Vs Thailand). Saya tahu sekarang bukan saat yg mudah buat dia, akan tetapi dia mempunyai karakter yg kuat dan berjiwa besar, sehingga mampu mengawal dirinya dengan baik. Bagi kalian pemain yg muda, kalian harus liat Bambang, sebagai pemain yg sudah lama di tim ini. Dia tidak pernah mengeluh apakah akan saya mainkan atau tidak, dan hanya fokus melakukan tugas nya ketika saya butuhkan. Itu adalah jiwa profesional, sekali lagi terima kasih Bambang"
Di akhir ucapan Riedl seluruh pemain bertepuk tangan untuk saya, sayapun mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Riedl dan seluruh pemain.
Satu kejadian lagi, yaitu saat melawan Philiphine di leg kedua, saat itu seharusnya saya tidak turun bermain. Pada babak ke dua, Afred menyuruh semua pemain cadangan melakukan pemanasan kecual saya dan Yesayas Desnam. Itu artinya, pada pertandingan itu saya tidak akan bermain..
Akan tetapi tiba-tiba 10 menit sebelum pertandingan selesai, Riedl memanggil saya dan memerintahkan saya untuk melakukan pemanasan. Maka sayapun bergegas melakukannya. Tidak saya sangka ternyata Riedl lebih memilih memasukkan saya untuk menggantikan Gonzales, daripada Irfan yg sudah melakukan pemanasan sejak 30 menit yg lalu. Saat itu pertandingan tersisa 2 menit saja, dan akirnya sayapun bermain selama kurang lebih 1 menit 15 detik dengan tanpa menyentuh bola sekalipun sampai pertandingan selesai hehehe...
Sesaat setelah pertandingan selesai, Riedl kembali memanggil saya dan berkata demikian :
Bambang (_._._) (_._._) (_._._._._) (_._._._._._), (_._) (_) (_._._._) (_._._._._._) (_._) (_._._._) (_._._._) and (_._._) (_._._._) (_._._._._._) (_._) the league. (_._._) will be (_._._._) (_._._._) (_._)...
Sebuah kalimat, yg sejujurnya semakin memotifasi diri saya untuk terus berjuang bersama tim nas Indonesia di masa-masa yg akan datang..
Lebih daripada itu semua, bukankah sudah seharusnya setiap pemain berlaku demikian. Menghormati apapun keputusan staff pelatih, walaupun sejujurnya mungkin sangat pahit bagi kita. Saya rasa setiap pemain juga tidak berhak untuk berbuat sesuatu hal negatif, yg dapat mempengaruhi suasana tim kearah tidak kondusif. Karena dengan begitu, maka kita telah menghargai dan menghormati seluruh komponen dalam tim itu sendiri...
Dan bagi saya pribadi, sejujurnya saya ingin memberikan contoh yg baik bagi generasi di bawah saya, bahwasanya berjuang atas nama negara itu membutuhkan pengorbanan besar, yg salah satu diantaranya adalah mengorbankan perasaan kita. Akan selalu tidak mudah menjadi pemain pelapis dalam sebuah tim, akan tetapi sekali lagi kepentingan tim jauh lebih penting daripada hanya sekedar perasaan kita sebagai sebuah individu...
Lagipula menjadi bagian dari 22 orang yg terpilih dari jutaan pesepakbola Indonesia yg di percaya untuk membawa nama Bangsa dan Negara, sudahlah menjadi sebuah kebanggan yg tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Maka dari itu mengapa kita harus malu menjadi pemain cadangan di tim nasional, saya rasa tidak ada alasan untuk melakukan hal tersebut..
Selesai...

disadur utuh dari  :  www.bambangpamungkas20.com