Biarkan hidup mengalir, tak terasa semua kamu alami, baik susah dan senang silih berganti, hidup penuh warna, tak selamanya apa yang direncanakan akan terwujud, tak selamanya kamu diuji, tak selamanya kamu di marahi, tak selamanya juga kamu senang, tak selamanya kamu sedih. Biarkan hidup ini mengalir kearah yang terbaik. semoga yang kita tempuh adalah yang terbaik buat masa depan, jalani dengan baik dan iringi dengan doa dan harapan kepadaNya.
Dunia ini sementara, sebisa mungkin berpetualang dan berkelana untuk menemukan jalan terbaik untuk masuk ke gerbang yang abadi, surga. Tak ada yang abadi, kecewa dan suka pasti ada, jangan takut. TEGAS aja intinya, semua keputusan mengandung resiko.
"AKU juga bisa dengan CARAKU, untuk perjuanganku, demi masa laluku, demi masa depanku"
Kusyukuri semua ini.
Tampilkan postingan dengan label exciting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label exciting. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Juli 26, 2014
Selasa, Februari 05, 2013
Semoga Khusnul Khotimah, Kami Ikhlas
Diposting oleh
khairil.amri
Hmmmm... rasanya berat menuliskan ini...
tiba-tiba saja didepan komputer selesai mengejar hasil pengumpulan poin perekayasa, ingin ku tulis sebuah rangkaian proses kepuasan, walaupun orang lain merasa aku kehilangan (faktanya iya...). Ya, Bapak ku tersayang pergi....untuk selamanya....semoga khusnul khotimah dan ditempatkan di sisiNya. Sebenarnya malas nulis tentang ini, tapi setidaknya sedikit atau banyak, ada beberapa hikmah yang bisa diambil.
Mungkin masa lalu yang sulit, menjadikanku lebih tegar dalam mengatasi masalah, gak cemen, walaupun kesedihan itu pasti ada.
Tanggal 3, ku mendadak pulang karena Bapak sakit. Waktu itu yang terpikir adalah Bapak paling dirawat beberapa hari saja di Rumah Sakit, tapi kenyataan bicara lain. Enam belas hari di RS bukan waktu yang singkat, dan naasnya lagi, anaknya merantau semua dan berpencar kemana-mana. Ku menyadari, kakak2 yang sudah berkeluarga mempunyai waktu yang terbatas dan akan banyak pertimbangan dalam menghadapi masalah ini, hingga akhirnya hanya 4 orang dari 5 bersaudara yang bisa pulang dan melihat Bapak di RS.
Melihat perkembangan Bapak, entah apa yang ada di pikiran ini, yang terpikir aku berjanji akan menjaga Bapak sampai kembali dari RS. Dia butuh aku, dia butuh anak kesayangannya, mendampinginya siang malam untuk menghadapi sakitnya di RS. Diagnosa komplikasi membuatku semakin tidak tega untuk kembali dalam cuti yang mungkin terbatas.
Mulai dari RS Suliki, Payakumbuh hingga ke Padang, kami bersaudara mengatur waktu untuk menjaganya, karena yang nungguin juga harus tetap sehat. Semua ini butuh waktu, tenaga dan tentu saja biaya. Dalam hal ini, kami berkomitmen, kita rawat Bapak semampu kita, karena kita juga punya keterbatasan, dan selalu berdoa agar Bapak segera sembuh. Kasihan sekali, tak pernah dia dipasang alat-alat aneh seperti itu, sangat tidak tega kalau melihatnya. Tak pernah dia merasa tersiksa seperti itu kayanya, hingga pada saat dia bisa ngomong dia bilang, ayo kita pulang, jangan lama-lama disini. Namun, kami benar-benar mau memastikan dia sembuh sebelum dia dirawat di rumah.
Hingga akhirnya, tanggal 16 Januari 2012, dia pergi selamanya. Satu hal yang kami telah berkomitmen sebelumnya, apapun kita berjuang maksimal untuk Bapak, namun ketika Tuhan mengatur lain, kita harus tabah, sabar dan ikhlas. Jujur, sulit bagiku, namun aku sadar, cepat atau lambat kami juga akan tetap kehilangan. Sejauh kita telah berusaha maksimal, kita akan puas dan dengan tegar mengatakan, kita ikhlas.
Ku melihat (asumsi pribadi), inilah puncak letihnya Bapak, dia berjuang untuk kami, walaupun akhir-akhir ini hanya sekedar tempat berbagi, meminta saran dan pendapat, tak ada beban buat anaknya yang sudah besar, namun dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih berpikir, gimana caraku untuk menyayangi anak-anakku. Pikiran dan tenaga dia curahkan untuk mimpi-mimpi anaknya, Trimakasih bapak.
Ketika kepergiannya, ku mencoba sabar, dan mencoba tabah menghadapinya, walaupun pada akhirnya aku luluh juga, ketika ku menyadari bahwa aku telah ditinggalkan kedua orang tua. Yang kuingat sebelum kepergian Bapakku, "Allah Maha Tahu, Dia tidak akan memberi beban diluar batas kemampuan hambaNya". Dua minggu dirumah membuatku kembali mengingat detail masa kecil, bahkan sampai disini, di Parung, masih ingat. Sulit juga........
Kami berharap sebelum kepergiannya, kami masih bisa membuatnya bangga, memberinya hadiah yang tidak mampu dia lihat sampai selesai. Namun, dia disana tersenyum, meskipun dulu dia tau masa sulit dia dan anaknya tapi sekarang semoga dia merasa bangga pada anak-anaknya. Sayang, hadiah terakhir dariku tak pernah dilihatnya, namun sebelum kepergiannya, dia sumringah dan terlihat dari sorot matanya, dia bangga dan senang padaku.
Tugas kita sekarang wahai kakak2ku, mendoakan kedua orang tua, dan selalu mempererat silaturrahmi dengan orang-orang yang disayanginya, kerabatnya, temannya.
"Allohumma firli waliwalidaiya, warhamhuma, kama robbayani soghira"
Kami puas karena sudah berjuang maksimal, kami ikhlas, tak punya penyesalan, dan kami bangga punya Bapak sepertimu, karena kamu adalah Bapak yang taat (Semoga khusnul khotimah) dan sayang pada anak-anakmu.
tiba-tiba saja didepan komputer selesai mengejar hasil pengumpulan poin perekayasa, ingin ku tulis sebuah rangkaian proses kepuasan, walaupun orang lain merasa aku kehilangan (faktanya iya...). Ya, Bapak ku tersayang pergi....untuk selamanya....semoga khusnul khotimah dan ditempatkan di sisiNya. Sebenarnya malas nulis tentang ini, tapi setidaknya sedikit atau banyak, ada beberapa hikmah yang bisa diambil.
Mungkin masa lalu yang sulit, menjadikanku lebih tegar dalam mengatasi masalah, gak cemen, walaupun kesedihan itu pasti ada.
Tanggal 3, ku mendadak pulang karena Bapak sakit. Waktu itu yang terpikir adalah Bapak paling dirawat beberapa hari saja di Rumah Sakit, tapi kenyataan bicara lain. Enam belas hari di RS bukan waktu yang singkat, dan naasnya lagi, anaknya merantau semua dan berpencar kemana-mana. Ku menyadari, kakak2 yang sudah berkeluarga mempunyai waktu yang terbatas dan akan banyak pertimbangan dalam menghadapi masalah ini, hingga akhirnya hanya 4 orang dari 5 bersaudara yang bisa pulang dan melihat Bapak di RS.
Melihat perkembangan Bapak, entah apa yang ada di pikiran ini, yang terpikir aku berjanji akan menjaga Bapak sampai kembali dari RS. Dia butuh aku, dia butuh anak kesayangannya, mendampinginya siang malam untuk menghadapi sakitnya di RS. Diagnosa komplikasi membuatku semakin tidak tega untuk kembali dalam cuti yang mungkin terbatas.
Mulai dari RS Suliki, Payakumbuh hingga ke Padang, kami bersaudara mengatur waktu untuk menjaganya, karena yang nungguin juga harus tetap sehat. Semua ini butuh waktu, tenaga dan tentu saja biaya. Dalam hal ini, kami berkomitmen, kita rawat Bapak semampu kita, karena kita juga punya keterbatasan, dan selalu berdoa agar Bapak segera sembuh. Kasihan sekali, tak pernah dia dipasang alat-alat aneh seperti itu, sangat tidak tega kalau melihatnya. Tak pernah dia merasa tersiksa seperti itu kayanya, hingga pada saat dia bisa ngomong dia bilang, ayo kita pulang, jangan lama-lama disini. Namun, kami benar-benar mau memastikan dia sembuh sebelum dia dirawat di rumah.
Hingga akhirnya, tanggal 16 Januari 2012, dia pergi selamanya. Satu hal yang kami telah berkomitmen sebelumnya, apapun kita berjuang maksimal untuk Bapak, namun ketika Tuhan mengatur lain, kita harus tabah, sabar dan ikhlas. Jujur, sulit bagiku, namun aku sadar, cepat atau lambat kami juga akan tetap kehilangan. Sejauh kita telah berusaha maksimal, kita akan puas dan dengan tegar mengatakan, kita ikhlas.
Ku melihat (asumsi pribadi), inilah puncak letihnya Bapak, dia berjuang untuk kami, walaupun akhir-akhir ini hanya sekedar tempat berbagi, meminta saran dan pendapat, tak ada beban buat anaknya yang sudah besar, namun dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih berpikir, gimana caraku untuk menyayangi anak-anakku. Pikiran dan tenaga dia curahkan untuk mimpi-mimpi anaknya, Trimakasih bapak.
Ketika kepergiannya, ku mencoba sabar, dan mencoba tabah menghadapinya, walaupun pada akhirnya aku luluh juga, ketika ku menyadari bahwa aku telah ditinggalkan kedua orang tua. Yang kuingat sebelum kepergian Bapakku, "Allah Maha Tahu, Dia tidak akan memberi beban diluar batas kemampuan hambaNya". Dua minggu dirumah membuatku kembali mengingat detail masa kecil, bahkan sampai disini, di Parung, masih ingat. Sulit juga........
Kami berharap sebelum kepergiannya, kami masih bisa membuatnya bangga, memberinya hadiah yang tidak mampu dia lihat sampai selesai. Namun, dia disana tersenyum, meskipun dulu dia tau masa sulit dia dan anaknya tapi sekarang semoga dia merasa bangga pada anak-anaknya. Sayang, hadiah terakhir dariku tak pernah dilihatnya, namun sebelum kepergiannya, dia sumringah dan terlihat dari sorot matanya, dia bangga dan senang padaku.
Tugas kita sekarang wahai kakak2ku, mendoakan kedua orang tua, dan selalu mempererat silaturrahmi dengan orang-orang yang disayanginya, kerabatnya, temannya.
"Allohumma firli waliwalidaiya, warhamhuma, kama robbayani soghira"
Kami puas karena sudah berjuang maksimal, kami ikhlas, tak punya penyesalan, dan kami bangga punya Bapak sepertimu, karena kamu adalah Bapak yang taat (Semoga khusnul khotimah) dan sayang pada anak-anakmu.
Senin, Desember 10, 2012
Ujian dan Tantangan : Sabar
Diposting oleh
khairil.amri
WOW....
banyak sekali warna warni kehidupan yang kujalani sampai akhirnya ku menempuh hidup 29 tahun di dunia ini. Tak perlu ku mengingat masa lalu yang kadang dari satu sisi kelihatan berliku bangat, tapi disisi lain aku sudah luar biasa, gak menyangka juga sampai melangkah sejauh ini. Bagiku sekarang adalah masa depan, masa depan.....
Satu hal yang perlu kupahami, aku yakin aku sudah bisa bertingkah dewasa, walaupun masih butuh bimbingan, diingatkan, tapi jauh lebih baik dari sebelumnya, apalagi kalau dibandingkan dengan zaman masih sekolah. Semakin bertambah umur, maka semakin bertambah tanggung jawab, dan kita semestinya bisa menyikapi semua masalah yang menghadapi. Satu hal yang perlu dipupuk lagi adalah, kesabaran.....
Sabar bukanlah hal mudah, itupun hanya sabar ketika emosional sesaat. sabar bukanlah hal yang sulit jika kita bisa melihat permasalahan dengan bijak. Namun sabar bukanlah berarti mengalah begitu saja. Banyak hal yang akhirnya kumengalah, lebih tragis lagi ketika hal-hal prinsip pun tak terlaksana. Sabar juga sebagai kepercayaan pada hadiah-hadiah dari Allah setelah kita merasa tidak menerima semua yang pernah terjadi. Sabar itu subur, bener kok. Subur rejeki karena mampu bersyukur, subur karena kita mau berusaha dengan sabar, satu persatu dijalani, punya tekad dan niat baik untuk kehidupan lebih baik. subur ilmu ketika kita sabar berbagi dengan orang lain, subur hati karena kita mau berbagi kasih dengan orang lain yang kita cintai, dengan keluarga, sahabat dan rekan kerja. Sabar menghadapi warna-warni yang kita temui, sabar dengan kekurangan lain, karena mungkin disaat yang sama orang lain juga sabar melihat tingkah kita. Sabar, ketika niat baik disalah artikan, sabar ketika kita dijudge tidak baik padahal dari lubuk hati yang paling dalam, kita benar-benar "nothing tulus". Bagiku, konsistensi berbuat baik adalah urusan kita dengan Allah, kita ikhlas, tidak perlu disebut, tidak perlu juga komentar orang lain. Selama kita yakin, cuekin saja. Bersosialisasi dengan kebaikan tidak perlu mengharapkan pujian jujur dari orang lain, dan tak pula butuh ejekan dari orang lain. Sabar juga berarti syukur ketika melihat orang lain bahagia sedangkan kita tidak terlalu beruntung, sabar ketika orang melihat kita lebih padahal kita biasa saja, sabar ketika banyak sekali melihat teman dan orang lain yang akhirnya menjauh karena kita bukan manusia sempurna, namanya juga manusia....keep it simple, kata slogan bos di kantor....
Makanya ketika ku diujung kesabaran, pragmatis saja berpikirnya, toh kita masih diberi kehidupan sejauh ini. kita masih diberi nafas untuk bangkit, nafas untuk bergerak, bekerja keras, membahagiakan orang disekitar kita. Kenapa tak berbuat saja untuk hari depan, berbuat baik saja. "Nothing tulus" or "nothing to loose" bukan urusan manusia, tapi hubungan vertikal dengan pencipta saja.
Lama juga gak nulis, maaf kalo akhirnya yang nongol adalah curhat, buah pikiran... tapi kalo gak ditulis, hanya terpikir sesaat saja. Gak apa-apalah, yang penting berbagi tak pernah rugi.
Lucunya kalo nulis lancar itu lagi melow aja...wkwkwkwkwk
kalo pas senang kok susah ya.
"sedikit tulisan dalam menyikapi hidup di umur ke-29 tahun, semoga umur sisa penuh berkah"
Minggu, April 01, 2012
One of My Weakness
Diposting oleh
khairil.amri
Salah satu kelemahanku.....
Kuakui memang, bahasa inggris pas-pasan memang sudah bukan hal aneh bagiku... walaupun les dari sd, kalau tidak diterapkan dan diasah dengan rutin, yang begitu-begitu aja. Perjuangan untuk les ini memang sulit, ketika sd-smp masih gampang, tapi ketika kuliah tidak sedikitpun kesempatan untuk itu. Akhirnya bisa kudapatkan ketika baru saja lulus dan menunggu hasil lamaran kerja. Celakanya, baru satu minggu les, ketrima kerja, dan lupa lagi. Selanjutnya, I never improve my english, honestly :(.
Sekarang ada kesempatan, semoga berjalan lancar dan tidak kembali seperti dulu, tidak fokus, tidak serius, dan tidak bisa mengikuti dengan seratus persen. Karena les hanya bantuan dan stimulasi bagiku untuk kembali meningkatkan kemampuan bahasa inggris, semuanya bergantung dari ketekunanku untuk fokus belajar bahasa inggris dimanapun, terutama banyak belajar dirumah.
Bahasa Inggris bukan sekedar prasyarat untuk sekolah keluar negeri, dengan sekolah didalam negeri pun, aku harus punya kemampuan lebih dalam bahasa inggris. Terlepas dari sekolah, bahasa inggris bukan lah seperti beli hp seperti zaman kuliah, eksklusifitas, tapi sebuah kebutuhan mutlak, karena jika tidak, kita akan ketinggalan seiring kemajuan dan era globalisasi. Dunia kerja menuntut kita untuk bisa dan menguasainya.
Masak kalah sama anak SD di salah satu sekolah di Jakarta yang ngomong sehari-hari dengan bahasa inggris, malu tau !!!! xixixixixi
Sabtu, Februari 11, 2012
M.O.V.E
Diposting oleh
khairil.amri
Masih terngiang impian seorang anak muda yang belajar dulu kala.....
mau cepat selesai kuliah, berhenti memberatkan keluarga, mandiri, berusaha dan belajar dengan keras. Nilai bagus dan cepat bekerja. Semangat 45 kalo ingat cita-cita itu.
kerja 2 tahun habis kuliah, sekolah lagi, bisa s2 sekaligus dr kalo bisa, why not?thats my dream.
habis itu berkeluarga, punya karir yang bagus, dan bercita-cita menjadi orang terkaya nan dermawan. Mimpi, muluk2, tapi itulah mimpi, bukan mimpi kalo gak muluk2....
well, now, )(*)&*(^** liarrrrrrr dan lieurrrrrrrrrrrrrrrrrrr...
tapi kupikir semua orang yang dipenuhi nilai2 idealis akan bermimpi indah untuk hari depannya, banyak cerita dari teman juga. itulah mimpi, yang kadang selalu bergeser dan sangat jarang orang yang bisa meraih mimpi tersebut persis sama. Its okay, biarkan...inilah realita hidup, namun yang pasti, semua itu bergantung pada usaha dan kerja kerasmu. Lakukan hal positif dan terbaik untuk dirimu sendiri, untukmu hari ini, besok dan masa depanmu. hanya kamu yang tau apa yang terbaik buatmu, hanya kamu yang tau apa yang ada dalam pikiranmu, apa keinginan-keinginanmu, karena diluar kamu hanyalah orang yang mencoba peduli dan memberi masukan untuk kebaikanmu. well. appreciate n respect it.
Dengarkan semua masukan, dengarkan semua keinginan mereka, cara baik atau buruk, dengarkan! toh akhirnya kamu yang akan memutuskan. berhentilah dalam keraguan, berhentilah mengeluh, berhenti untuk berpikir negatif, karena dengan itu kamu akan mengeluarkan energi positif untuk selalu bergerak, move....move...move... Perhitungkan semuanya, pertimbangkan baik buruknya, melangkah untuk kedepan yang lebih baik.....okay?
Rabu, Februari 08, 2012
Time To Cooking
Diposting oleh
khairil.amri
Cooking alias memasak....hm... :)
entah petir darimana, tiba-tiba kebiasaan susah waktu kecil kembali lagi...
memasak, yang biasanya kerjaan wanita, tapi sekarang juga banyak cewek yang gak bisa masak, iya kan?
tapi alhamdulillah, dengan modal nekat dan ingatan pas-pasan, kucoba masak goreng ikan ala chef amri...haha
kalopun dicicip orang gak enak, yang penting buat diri sendiri enak...yang penting ada sayurnya, sayur bayam, sayur kangkung, kacang panjang direbus....segerrrrr dan mak nyusssss, xixixixi
masakan dari wanita akan dicicip semua orang, masakan pria untuk diri sendiri...so, nikmati aja, apalagi kalo dah lapar bangat, enak semua deh....
sebenarnya hanya manfaatin ikan asin di dalam kulkas awalnya, sisa waktu bapak masih disini. lama-lama asyik juga. berlanjut deh...
minggu ini minggu memasak, jangan ampe keluar duit buat jajan-jajan gak jelas lah..ngirit seribu irit dah (gak juga sih)
tapi sbg laki-laki, perlu kok modal untuk ini, entah itu waktu kamu sendiri, harus mandiri, ataupun waktu sudah berkeluarga, yang jelas wanita itu tidak diciptakan jadi tukang masak..haha
entah petir darimana, tiba-tiba kebiasaan susah waktu kecil kembali lagi...
memasak, yang biasanya kerjaan wanita, tapi sekarang juga banyak cewek yang gak bisa masak, iya kan?
tapi alhamdulillah, dengan modal nekat dan ingatan pas-pasan, kucoba masak goreng ikan ala chef amri...haha
kalopun dicicip orang gak enak, yang penting buat diri sendiri enak...yang penting ada sayurnya, sayur bayam, sayur kangkung, kacang panjang direbus....segerrrrr dan mak nyusssss, xixixixi
masakan dari wanita akan dicicip semua orang, masakan pria untuk diri sendiri...so, nikmati aja, apalagi kalo dah lapar bangat, enak semua deh....
sebenarnya hanya manfaatin ikan asin di dalam kulkas awalnya, sisa waktu bapak masih disini. lama-lama asyik juga. berlanjut deh...
minggu ini minggu memasak, jangan ampe keluar duit buat jajan-jajan gak jelas lah..ngirit seribu irit dah (gak juga sih)
tapi sbg laki-laki, perlu kok modal untuk ini, entah itu waktu kamu sendiri, harus mandiri, ataupun waktu sudah berkeluarga, yang jelas wanita itu tidak diciptakan jadi tukang masak..haha
sekian cerita dari masak memasak, jangan keenakan masak ya mas, ntar lupa cari "tukang masak", kata-kata ibu tetangga, xixixixi
Minggu, September 25, 2011
Refreshing Ke Pulau Tidung (Part 1)
Diposting oleh
khairil.amri
Weekend ini kucoba sedikit melupakan pekerjaan dan semua MASALAH dengan mencari suasana baru yang menyegarkan. Kebetulan teman ngajak jalan-jalan. Akhirnya berangkat ke P.Tidung, Gugusan Kep. Seribu, DKI Jakarta.
Hari Pertama
Berangkat dari rumah dengan sewaan mobil umum, cater aja sampai Muara Angke. Berangkatnya dari jam 4 subuh, niat bangat kan?sewanya cuma 110 ribu, itu kalo pagi..kalo siang mungkin lebih mahal. Lagian itu satu jurusan mobilnya ke Kalideres, ibarat nambah jalur dikit aja, hehehe
Berangkat dari Muara Angke dengan kapal motor, ternyata orang-orang dah rame bangat. Wah, dari sini sudah kelihatan suasana liburan. Tapi kok ada yang aneh ya, baru dari pelabuhan aja ada cewek yang sudah pake bikini, gila gak sih?kacau balau...gak malu apa ya....tapi buat kita, cumat2 aja, alias cuci2 mata....haha (intermezzo coy...). Oh ya, jangan sampai lupa pake jaket pelampung selama di kapal ya, kalo gak mau dapat masalah. Apa masalahnya, ikutin cerita selanjutnya.
Ada kejadian lucu plus2 deg2an. Pertama, tiba2 kapal patroli suruh berhenti kapal, usut punya usut, nakhoda diperingatin untuk menyuruh penumpang pakai life jacket. kami sudah prepare dari rumah, tinggal pasang deh.
![]() |
| Kapal Mogok Ditarik Kapal Lain |
Kedua, tiba-tiba kapal mati, entah kerusakan apa, akhirnya kapal ditarik kapal motor sejenis yang juga angkut penumpang, makin deg-degan aja neh..
Di Perjalanan, kita akan melewati pulau Pramuka, Pulau Tudung Jawa, dan pulau lain, ane lupa...xixi
Setelah nyampe di dermaga, kita sudah ditunggu oleh guide yang telah menyiapkan suatu rumah inap, lumayan, ada ac, tv, kasur, bantal, lengkap deh pokoknya. Trus, kita sudah disambut makan siang yang maknyusss....
![]() |
| Perlengakapan Snorkling |
Habis itu apa rencana selanjutnya? hahaaaa...tentu saja, snorkling...wisata ini terkenal di P. Tidung. Kami pun siap dengan segala perlengkapannya. Bawa kacamata, pelampung, pipa udara yang nempel di kacamata. Snorkling merupakan renang di permukaan dengan tetap bernafas melalui pipa udara yang terpasang di mulut kita.
Kami pun berangkat sekitar 1 jam menuju P. Payung, diantar kapal motor sewa (400rb/sampai selesai). Nah, kami pun nyebur deh.. tapi ingat ya, jangan sampai pipa udaranya kemasukan air..kalo gak biasa, bisa panik. Waw,,,amazing...Ya Allah, sungguh luar biasa ciptaanmu. Dibawah sana, ada banyak terumbu karang, ikan-ikan bergerombolan, mengitari kami yang sedang takjub melihatnya. Awalnya pake sirip, tapi lama-lama kalo sekedar untuk berenang santai (toh ada pelampung) sirippun kulepas...Lama bangat kami disana..dari jam 2-4...masing-masing berpindah mencari ikan-ikan indah didasar laut dan diantara karang-karang indah. but, kadang beberapa karang sudah mati ternyata, mulai rusak..inilah celakanya kalau sudah di jadikan objek wisata. Cukup 2 jam disana, kami pindah ke pulau lainnya diangkut kapal motor. Waktu itu sudah agak sore, jadi airnya agak sedikit dingin, namun karang-karang masih terlihat indah dan ikannya banyak yang berukuran besar, jadi takut sendiri. Tau-tau kalau ada hiu gimana, jadi repot kan...hehe![]() |
| Snorkling rame-rame |
Menjelang sore, kami semua sudah kecapekan, ada yang sudah kedinginan juga. Kami pun berharap bisa melihat sunsite di Jembatan Cinta (aneh2 aja namanya). ternyata kammi telat dan kami pun langsung balik dengan badan pegal-pegal.
Now, Cerita masih berlanjut ketika malam hari, tepatnya tengah malam bos... Ya, setelah makan malam, kamipun ketiduran semua, dan terbangun jam 12 malam. So, kami pun pinjam sepeda khusus disana untuk para pengunjung. Kami ingin melihat dan mancing di Jembatan Cinta.
![]() |
| Mancing non mania, mantaaap |
Yang punya pancing cuma 1 orang, tapi yang pengen mancing banyak. Trus umpan gak ada pula, niat gak niat gak niat gak..hahaha
Akhirnya cuma lihat binatang malam diterangi senter seadanya plus nonton orang lagi mancing. Trus ada mas-mas stop mancing dan ane minta aja umpannya (ngemis mode on), tau-tau dikasih...ya udah, akhirnya pinjam joran teman, pake cumi...mancing deh.
Cerita hari kedua akan berlanjut, tunggu saja..hehe
Bersambung ....
Rabu, Agustus 17, 2011
Maher Zain's Biography
Diposting oleh
khairil.amri
[Kutipan]
Maher Zain’s Biography
Maher Zain
Fascinated by the music and instruments, Maher got his first keyboard when he was only ten and ever since music officially became part of Maher’s world.
The family moved to Sweden when Maher was only 8, where he continued his schooling, and later entered university and got a Bachelors degree in Aeronautical Engineering. With things changing around him, one thing remained the same – his strong passion for music. He would spend late nights at school with his friends where they would sing, rap, compose and experiment with music in every way. It didn’t take him long to realize that music became an integral part of who he is.
After being involved for a while in the music scene as a music producer, Maher was introduced to RedOne, a gifted music producer who was fast rising in the music scene in Sweden. Maher started working with RedOne and later moved to New York. For a few years he was in the middle of the hot rush of the NY music industry, working with chart topping artists such as Kat Deluna on her debut album including smash hits ‘Whine up’ and ‘Run the Show’. Maher had what many would describe as a dream job for someone so young in such a glamorous business, but for Maher it felt like this was far from what he would call ‘the dream’, “I loved the music but I hated everything that surrounded it, it always felt like something wasn’t right”.
In January 2009, Maher Zain decided to work on an album that reflects his identity – Arab, Western and Muslim – and signed with Awakening Records. Maher’s debut album Thank Youa Allah reached the number 1 spot on Amazon’s World Music charts and number 9 on the R&B charts.
In January 2010, in a music competition organized by Nujoom FM (Egypt’s biggest music radion station) Maher’s track ‘Ya Nabi Salam Alayka’ was voted as the best song for 2009. Runners up included big names like Hussein Aljismi, Mohammed Mounir and Sami Yusuf. Maher has already performed at sold out concerts in Algeria, Australia, Belgium, Canada, Egypt, England, France, Holland, Sweden, and the US amongst others and is fast becoming the ‘next superstar of Islamic music.
Jumat, Juli 08, 2011
... dan PUSPIPTEK hendak ditutup...
Diposting oleh
khairil.amri
Suaranya masih lantang meskipun sudah berusia 75 tahun. Selama 2 jam ia kuat berdiri di atas podium gedung termegah di UGM, Graha Sabha Pramana. Beberapa kali airmata menetes, mendengarkan orator beliau. Sosok tua yang masih bersemangat itu adalah Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf Habibie yang hadir tadi pagi di UGM, memberikan Presidential Lecture dalam rangka memperingati Dies Natalis UGM ke 62 dan Dies Natalis Sekolah Pascasarjana UGM ke 30.
Habibie adalah generasi emas Indonesia yang terpilih berangkat ke Jerman pada tahun 1954 untuk belajar teknologi sebagai planning Bung Karno yang menginginkan Indonesia bisa berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia. Tak seperti mahasiswa saat ini yang mendapatkan begitu banyak kemudahan beasiswa, Habibie harus berjuang untuk bertahan hidup di Jerman. Dalam buku “Habibie & Ainun”, kita bisa menemukan penuturan beliau tentang kisah Ibunya yang harus berkorban untuk menutupi kebutuhan Rudi (nama kecil Habibie) semasa kuliah.Selesai merampungkan doktoral di RWTH Aachen, Habibie mulai bekerja di Jerman. Kemampuan dan prestasi yang dia tunjukkan, telah membawanya mencapai puncak karier sebagai Wakil Presiden perusahaan penerbangan terbesar di Jerman, Messerschmitt-Bölkow-Blohm. Ketika itulah, Pak Harto memanggil. Habibie teringat dengan pesan Bung Karno yang dulu mengirimkannya sekolah ke Jerman, “Sekarang anda berangkat untuk belajar. Nanti harus siap pulang kapan saja apabila bangsa membutuhkan.” Dengan tekad yang bulat karena panggilan Ibu Pertiwi, pulanglah Habibie bersama keluarga.Mulailah pusat-pusat penelitian didirikan. Habibie bersama ribuan putra-putri terbaik bangsa mulai bekerja. Tahun 1989 lewat riset kerjasama dengan Spanyol, IPTN ikut serta dalam Air Show di Paris. CN 235 membuat banyak orang tercenggang. Bagaimana mungkin negara yang baru saja lepas dari perang saudara dan tertatih-tatih mengurusi problem dalam negeri, bisa tampil dalam pameran pesawat tingkat Internasional. Beberapa teknokrat asing mendatangi Habibie. Mereka bertanya, “Apa rencana anda selanjutnya?” Dengan optimis beliau menjawab, “Saya akan membuat pesawat yang lebih canggih dari ini.”Sejak momen itu, Habibie terus bekerja bersama para ilmuwan anak negeri sendiri mempersiapkan kado spesial untuk 50 tahun kemerdekaan Indonesia. 10 Agustus 1995, perhatian tertuju pada pertunjukkan spesial. N 250 Gatot Koco mengudara memecah cakrawala, 55 menit terbang tanpa cacat. Setahun berikutnya Gatot Koco menyita perhatian dunia karena digerakkan oleh teknologi brilian yang belum pernah ada sebelumnya, fly by wire, pertama di dunia di Indonesian Air Show 1996 (Pameran Pesawat Terbesar Ketiga di Dunia kala itu) Cengkareng. Antrian pemesanan mulai berjejer. Apalagi pesawat ini sudah melewati pengujian 900 jam terbang. Industri pendukung yang terletak di Oklohama dan Stuggart sudah bersedia menyediakan tempat untuk produkis massal N 250.Tapi, krisis ekonomi 1997 meluluhlantakkan impian besar itu. IMF yang datang sebagai juru selamat menyisipkan klausul penghentian dana untuk IPTN. Tak hanya proyek N 250 yang terhenti, IPTN-pun mulai dibunuh perlahan. Tak ada jaminan keberlangsungan kerja, membuat sebagian engineer terbang ke luar negeri. Dari 48.000 karyawan menyusut drastis menjadi 16.000 karyawan.Beberapa waktu yang lalu Pak Habibie didatangi oleh anak-anak muda progresif yang mengutarakan keinginan mereka untuk mengadakan Air Show di Indonesia. Beliau marah. Di lain kesempatan, datang pula mahasiswa yang mengundang beliau untuk menghadiri kejuaraan roket air. Dan beliaupun marah. Bukan tak menghargai kreativitas anak-anak muda, tapi “Jika pada tahun 1995, kita sudah bisa menerbangkan N 250 ciptaan putra-putri negeri sendiri, kenapa sekarang kalian cuma bisa membuat even ini. Saya malu.”Pada tahun 2009, penjualan mobil di Indonesia mencapai angka 486.000 unit. Setahun kemudian, meningkat menjadi 700.000 unit. Penjualan sepeda motor pada tahun 2009 menembus angka 5,8 juta. 2010 melonjak menjadi 7,5 juta. Yang menyedihkan adalah semua produk impor. “Jika pada tahun 1995 saja kita sudah bisa membuat pesawat, masak saat ini untuk kebutuhan mobil dan motor kita masih impor?”Habibie tampak sedih dengan kondisi bangsa yang semakin hari menjadi mainan para VOC kontemporer. Sebenarnya beliau mau pensiun dan menyerahkan estafet kepada generasi baru anak-anak negeri ini. Tapi apa boleh buat, kondisi semakin parah. Industri-industri strategis dibunuh satu per satu. IPTN yang kemudian berubah nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia, dan PUSPIPTEK hendak ditutup karena dinilai merugikan keuangan negara. Habibie Marah Besar. “Kita berjuang selama 45 tahun untuk mendirikan IPTN ini, tapi pemerintah tanpa berpikir panjang hendak menutupnya. Mereka menuding ini adalah proyek Habibie. Sementara Habibie itu adalah orang Orde Baru. Ah… Saya ini lahir di era perjuangan kemerdekaan. Saya diberangkatkan oleh Bung Karno sekolah ke Jerman. Saya menerima panggilan Pak Harto untuk menunaikan janji saya pada Ibu Pertiwi. Saya mengawal reformasi di saat keadaan teramat genting. Lebih baik, buang saja tudingan-tudingan tak berdasar itu.”Beberapa orang tersenyum sinis kepada Habibie. “Buat apa bikin pesawat, sementara kebutuhan beras saja tidak terpenuhi.” Dari ceramah tadi, aku menemukan jawaban cerdas atas pertanyaan itu. “Bangsa ini adalah bangsa besar yang terdiri dari ribuan pulau. Negara ini dipersatukan oleh kapal dan pesawat. Selain itu, kita butuh industri strategis. Industri yang menggerakkan industri-industri lain. Kita mendidik anak-anak kita di perguruan tinggi. Tapi kita tidak menyiapkan lapangan kerja untuk mereka.”Atas logika yang jernih itulah keberadaan industri strategis perlu dipertahankan. Meskipun untuk membangunnya membutuhkan dana yang besar. Tapi ketika berhasil, nilai tambah yang dihasilkan jauh melebihi dari dana awal yang investasi.“Saya sebenarnya pengen mengikuti Bu Ainun. Agar saya bisa bersatu lagi dengan orang yang saya cintai. Tapi tentu Ibu Ainun pasti bertanya, kenapa terlalu cepat menyusul, padahal masih banyak masalah yang membelit Ibu Pertiwi.”Pak Habibie kembali turun gelanggang, karena ingin menggelorakan kembali semangat anak-anak muda. Karena beliau percaya, orang tua adalah orang tua yang berhasil menjadikan generasi baru lebih baik dari pencapaian yang pernah diraihnya.Sempat juga aku mendengarkan selentingan menyakitkan, “Apa sieh hebatnya Habibie, kecuali berhasil melepaskan Timur-Timor dari Indonesia?” Aku memang tak mampu menjawab. Tapi antrian panjang ketika 2000 tiket dibagikan secara gratis oleh Sekolah Pascasarjana UGM dan tepukan meriah setiap segmen pidato beliau, membuat aku yakin bahwa Habibie dicintai dan dikagumi oleh banyak orang. Karena beliau adalah tokoh besar, tak seperti orang-orang yang cuma bisa melemparkan stigma negatif terhadapnya.Semoga Allah memanjangkan umur Pak Habibie, sampai beliau bisa kembali mewujudkan impian yang tercerai-berai oleh orang-orang bermental inlander dan menjadi perpanjangan tangan VOC kontemporer untuk terus menghancurkan bangsa ini. Amien…“Kita adalah keturunan bangsa pejuang, yang tidak mengenal lelah dan kalah” (Habibie, Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Kamis 26 Mei 2011)
Disadur dari: Anggun Gunawan via facebook Wawan Kurniawan's note
Sabtu, Mei 21, 2011
finally, home sweet home :)
Diposting oleh
khairil.amri
Finally,
Aku akhirnya pindah tempat tinggal. dari dulu sejak kuliah, yang namanya pindah belum pernah kualami. kos di Sendowo, dari awal sampai akhir kuliah, setia menempati rumah hantu (kata orang), karena tidak dibangun, ditengah kota seperti dikampung (dasar ndeso yo,hehehe). kenapa betah?karena aku memang orang kampung, saat bangun pagi, udara segar dengan tumbuhan hijau depan kamar, segar sekali.
Nah, sekarang aku pindah dari kosku karena alhamdulillah diberi kesempatan kredit rumah, ini rejeki, perlahan dan setapak demi setapak kucoba melangkah untuk kehidupan yang nyaman dan damai. Alhamdulillah, wa syukurilah, ini lah karunia Tuhan. Masih panjang tanggung jawab untuk rumah kecil ini, tapi setidaknya sudah punya tanggungan yang musti diambil agar tidak ada keborosan, hahaha. Ini yang namanya tantangan, ciptakan sendiri agar kamu merasa tertantang sendiri untuk selalu menanjak dan mendaki untuk lebih baik. Ini kuungkapkan sebagai langkah pelan tapi pasti.
Ini bukan kenarcisan, bukan kebanggaan, tapi sesuatu yang bisa diambil dari pencapaian ini. Ini anugrah yang pasti harus disyukuri, why? tidak terpikir akan punya rumah, mimpipun tidak.Yang ada dalam mimpi sejak kecil hanyalah menjadi orang sukses entah sebagai apa? tidak terinci sebenarnya dari dulu, sukses itu akan punya rumah, tapi setidaknya aku sudah mencoba mulai melangkah ke arah itu.
Ada yang coment, "tinggal cari orang yang ngerawatnya". Itu sebenarnya salah satu prioritas tapi tidak mutlak untuk itu. Niatku dari awal, selesai kuliah pengen bahagiakan orang tua dulu, tapi tidak menutup kemungkinan semuanya berjalan berbarengan. Untuk masa depanku, untuk masa laluku. Aku sayang sama orang-orang disekelilingku, aku berharap akan jadi orang yang adil kepada mereka. Itulah tekad, karena itulah teladan dari kakekku tercinta.
Alhamdulillah ya Allah, finally.. i got it....! one of my steps to the future....
Untuk orang terkasihku, ingin diri ini melihatmu membukakan pintu buatku ketika aku pulang kerja, ingin diri ini melihatmu menyambutku dengan senyum hangatmu. InsyaAllah, niat baik ini akan terwujud. Tuhan Maha Tahu dan Tuhan Maha Adil.
Aku akhirnya pindah tempat tinggal. dari dulu sejak kuliah, yang namanya pindah belum pernah kualami. kos di Sendowo, dari awal sampai akhir kuliah, setia menempati rumah hantu (kata orang), karena tidak dibangun, ditengah kota seperti dikampung (dasar ndeso yo,hehehe). kenapa betah?karena aku memang orang kampung, saat bangun pagi, udara segar dengan tumbuhan hijau depan kamar, segar sekali.
Nah, sekarang aku pindah dari kosku karena alhamdulillah diberi kesempatan kredit rumah, ini rejeki, perlahan dan setapak demi setapak kucoba melangkah untuk kehidupan yang nyaman dan damai. Alhamdulillah, wa syukurilah, ini lah karunia Tuhan. Masih panjang tanggung jawab untuk rumah kecil ini, tapi setidaknya sudah punya tanggungan yang musti diambil agar tidak ada keborosan, hahaha. Ini yang namanya tantangan, ciptakan sendiri agar kamu merasa tertantang sendiri untuk selalu menanjak dan mendaki untuk lebih baik. Ini kuungkapkan sebagai langkah pelan tapi pasti.
Ini bukan kenarcisan, bukan kebanggaan, tapi sesuatu yang bisa diambil dari pencapaian ini. Ini anugrah yang pasti harus disyukuri, why? tidak terpikir akan punya rumah, mimpipun tidak.Yang ada dalam mimpi sejak kecil hanyalah menjadi orang sukses entah sebagai apa? tidak terinci sebenarnya dari dulu, sukses itu akan punya rumah, tapi setidaknya aku sudah mencoba mulai melangkah ke arah itu.
Ada yang coment, "tinggal cari orang yang ngerawatnya". Itu sebenarnya salah satu prioritas tapi tidak mutlak untuk itu. Niatku dari awal, selesai kuliah pengen bahagiakan orang tua dulu, tapi tidak menutup kemungkinan semuanya berjalan berbarengan. Untuk masa depanku, untuk masa laluku. Aku sayang sama orang-orang disekelilingku, aku berharap akan jadi orang yang adil kepada mereka. Itulah tekad, karena itulah teladan dari kakekku tercinta.
Alhamdulillah ya Allah, finally.. i got it....! one of my steps to the future....
Untuk orang terkasihku, ingin diri ini melihatmu membukakan pintu buatku ketika aku pulang kerja, ingin diri ini melihatmu menyambutku dengan senyum hangatmu. InsyaAllah, niat baik ini akan terwujud. Tuhan Maha Tahu dan Tuhan Maha Adil.
Selasa, Mei 17, 2011
[Kutipan] UGM : World Class Research University
Diposting oleh
khairil.amri
Sejarah Universitas Gadjah Mada
disadur utuh dari : www.ugm.ac.id
Gedung SMT Kotabaru, 24 Januari 1946, kelihatan dipenuhi pengunjung. Mereka adalah orang-orang yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan martabat manusia Indonesia. Di antara mereka teriihat Mr. Boediarto, Ir. Marsito, Prof. Dr. Prijono, Mr. Soenarjo, Dr. Soleiman, Dr. Buntaran, Dr. Soeharto. Mereka bermaksud mendirikan Balai Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta.
Dalam pertemuan itu, Mr. Soenarjo, menegaskan bahwa di Jakarta, NICA sudah mendirikan Universitas. Bangsa Indonesia tidak boleh gagal mendirikan universitas. "Lebih- lebih sekarang, pada waktu pembangunan, waktu kita butuhkan bermacam-macam ilmu pengetahuan", tambah Mr. Soenarjo.
Pertemuan di atas diikuti oleh beberapa pertemuan berikutnya, salah satunya adalah pertemuan di Gedung KNI Malioboro, tanggal 3 Maret 1946. Dalam pertemuan ini, diumumkan berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, yang terdiri atas Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan.
dalam pertemuan ini, diumumkan berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, yang terdiri atas Fakultas Hukum dan Fakultas KesusasteraanDengan berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, maka pada tahun 1 946 terdapat dua perguruan tinggi di Yogyakarta. Yang satu lagi adalah Sekolah Tinggi Teknik, yang berdiri tanggal 17 Februari 1946. Sekolah Tinggi Teknik ini merupakan usaha penghidupan kembali Sekolah Tinggi Teknik Bandung, yang terpaksa ditutup karena suasana perang antara Indonesia dan tentara sekutu di antara pemimpinnya, tersebutlah nama Prof. Jr. Rooseno dan Prof. Ir. Wreksodhiningrat.itulah sebabnya mahasiswa Fakultas Teknik Bandung dapat melanjutkan pendidikannya dan menempuh ujian insinyur di Sekolah Tinggi Teknik Yogyakarta.
Setelah penyerbuan Belanda ke Yogyakarta, 19 Desember 1948, kedua perguruan tinggi di atas terpaksa ditutup. Para dosen dan mahasiswanya memilih berjuang menentang Belanda ketimbang melanjutkan proses belajar-mengajar. Tetapi. peralatan kuliah tetap dipelihara dengan baik oleh para mahasiswa.
Klaten sekarang tentu saja berbeda dengan Klaten di tahun 1946. Perbedaan yang menyolok adalah soal pendidikan tinggi. Kini Klaten tidak memiliki perguruan tinggi. Tetapi, Klaten tahun 1946 adalah kota pendidikan. disini berdiri, antara lain Perguruan Tinggi Kedokteran (berdiri 5 Maret 1946), Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan (berdiri 20 September 1 946), Sekolah Tinggi Farmasi (berdiri 27 September 1946), dan Pergurutan Tinggi Pertanian (berdiri 27 September 1946).
Mengapa Klaten dipilih sebagai tempat pendirian beberapa perguruan tinggi? Jawabnya. karena Klaten terletak di pedalaman. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya tidak mungkin lagi menyelenggarakan pendidikan tinggi. Sebab, ketiga kota tersebut sering kali dibom oleh tentara sekutu. Para pejuang Indonesia di ketiga kota tersebut tidak tinggal diam. Mereka juga balas menyerang sekutu. Akibatnya, ketiga kota ini menjadi ajang pertempuran.
Alasan lain adalah, adanya laboratorium pendukung dan lnstitut Pasteur. Laboratorium disediakan oleh Rumah Sakit Tegalyoso. Sedangkan Institut Pasteur di Bandung, setelah diambil alih oleh bangsa Indonesia dari tangan Jepang, 1 September 1945, dipindahkan ke Klaten (Salah seorang yang ikut memindahkan institut ini adalah Prof. Dr. M, Sardjito).
Kehidupan perguruan tinggi di Klaten makin marak dengan berdirinya Fak. Kedokteran Gigi awal tahun 1948. Hal ini berlangsung sampai 19 Desember 1948, saat Belanda menyerbu ke dalam daerah Republik Indonesia.
Tujuh bulan sebelum penyerbuan Belanda ke dalam Republik Indonesia, tepatnya awal Mei 1948, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan sesungguhnya sudah mendirikan Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta. Akademi ini berdiri atas usul Kementerian Dalam Negeri, yaitu untuk mendidik calon-calon pegawai Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri dan Dep. Penerangan.
Pada saat berdiri, Akademi Ilmu Politik ini dipimpin oleh Prof. Djokosoetono, S.H. Beberapa pegawai Dep. Dalam Negeri yang belajar di sini, antara lain: Djumadi lsworo, Soempono Djojowadono, Irnan Soetikno, Bambang Soegeng Wardi dan Dradjat. Sayang, umur akademi ini tidak lama. Setelah pemberontakan PKI Madiun meletus, September 1948, akademi ini ditinggalkan para mahasiswanya. Mereka ikut menumpas pemberontakan dan membangun kembali kerusakan-kerusakan yang terjadi. Maka akademi ini pun terpaksa ditutup.
Kalau di atas di ceritakan bahwa perguruan-perguruan tinggi yang terpaksa ditutup di Klaten dan Yogyakarta adalah perguruan tinggi yang sudah beroperasi, di Solo ada perguruan tinggi yang sudah dibuka terpaksa batal diresmikan. Yakni: Balai Pendidikan Ahli Hukum. Perguruan tinggi ini berdiri 1 November 1948, sebagai hasil kerja sama Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan dengan Kementerian Kehakiman.
Bersamaan dengan itu, Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Swasta di Solo, yang dipimpin oleh Drs. Notonagoro, S.H., Koesoemadi, S.H. dan Hardjono, S.H., juga merencanakan pendirian Sekolah Tinggi Hukum NegeriBersamaan dengan itu, Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Swasta di Solo, yang dipimpin oleh Drs. Notonagoro, S.H., Koesoemadi, S.H. dan Hardjono, S.H., juga merencanakan pendirian Sekolah Tinggi Hukum Negeri. Panitia ini menyarankan agar Balai Pendidikan Ahli Hukum digabungkan saja dengan Sekolah Tinggi Hukum Negeri. Paling tidak untuk melakukan efisiensi. Usul ini, rupanya, diterima pemerintah. Buktinva, Peraturan Pemerintah No. 73 tahun 1948 menyebutkan bahwa Balai Pendidikan Ahli Hukum digabungkan ke dalam Sekolah Tinggi Hukum Negeri.
Menurut Prof. Dr. M. Sardjito, Sekolah Tinggi Hukum Negeri Solo ini akan diresmikan tanggal 28 Desember 1948. Tetapi, sembilan hari sebelum peresmian, Belanda sudah menyerbu ke wilayah Republik Indonesia. Apa boleh buat, perjuangan menentang Belanda menjadi prioritas. Akibatnya, sekolah tinggi ini layu sebelum menguntum dan terpaksa bubar sebelum diresmikan.
Tidak banyak yang ingat kapan persisnya timbul ide untuk menggabungkan beberapa perguruan tinggi perjuangan (Sebutan ini, diberikan oleh Prof. Ir. Herman Johannes) tersebut di atas menjadi sebuah perguruan tinggi. Tetapi, menurut Prof. Dr. M. Sardjito, tanggal 20 Mei 1949, ada rapat Panitia Perguruan Tinggi, di Pendopo Kepatihan Yogyakarta. Rapat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Soetopo, dengan anggota rapat antara lain, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Dr. M. Sardjito, Prof. Dr. Prijono, Prof. Ir. Wreksodhiningrat, Prof. Ir. Harjono, Prof. Sugardo dan Slamet Soetikno, S.H. Salah satu hasil rapat adalah: beberapa anggota rapat menyanggupi pendirian perguruan kembali di wilayah republik, yaitu Yogyakarta. Mereka yang bersedia adalah Prof. Ir. Wreksodhiningrat, Prof. Dr. Prijono, Prof. Ir. Harjono dan Prof. Dr. M. Sardjito.
Kesulitan utama yang ditemui para Guru Besar tersest di atas dalam mendirikan kembali perguruan tinggi di Yogya adalah tidak adanya ruangan untuk kuliah. Untunglah Sultan Hamengku Buwono IX bersedia meminjamkan kraton dan beberapa gedung di sekitar kraton untuk ruangan kuliah. Masalah utama pun terpecahkan. Setelah itu persiapan lain pun dimatangkan.
Usaha keras para Guru Besar tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tanggal 1 November 1949, di Kompleks Peguruan Tinggi Kadipaten, Yogyakarta, berdiri kembali Fakultas Kedokteran Gigi dan Farmasi, Fakultas Pertanian., dan Fakultas Kedokteran. Pembukaan ketiga fakultas ini dihadiri oleh Bung Karno. Pada pembukaan ini, menurut Prof. Dr. M. Sardjito, diadakan sebuah renungan bagi para dosen dan mahasiswa yang telah gugur dalam peperangan melawan Belanda, yaitu: Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Ir. Notokoesoemo, Roewito, Asmono, Hardjito dan Wurjanto.
Keesokan harinya, 2 November 1949, giliran FakultasTeknik, Akademi Ilmu Politik dan beberapa fakultas yang berada di bawah naungan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada yang diresmikan. Kota Yogyakarta pun kembali marak dengan mahasiswa.
Keesokan harinya, 2 November 1949, giliran FakultasTeknik, Akademi Ilmu Politik dan beberapa fakultas yang berada di bawah naungan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada yang diresmikan.Sebulan kemudian, tepatnya 3 Desember 1949, dibuka pula Fakultas Hukum di Yogyakarta. Fakultas ini merupakan pindahan Sekolah Tinggi Hukum Negeri Solo. Orang yang berjasa dalam pemindahan ini adalah Prof. Drs. Notonagoro, S.H.
Tidak mudah mencari informasi mengapa pada tanggal 2 November 1949 tidak langsung didirikan sebuah universitas yang bisa menaungi 3 fakultas yang berdiri pada saat itu. Di samping orang-orang yang terlibat dengan pendiriannya sudah meninggal dunia, dokumentasi yang dimiliki Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak pernah menyinggung hal tersebut. Adalah wajar kalau kemudian perlu disarankan kepada UGM untuk mencari alasan tersebut. Paling tidak untuk menyempurnakan riwayat pendirian Universitas Gadjah Mada.
Tetapi, beroperasinya kembali 8 fakultas tersebut di atas sejak 1 November 1949, mendorong lahirnya UGM, 19 Desember 1949. Tanggal ini dipilih, seperti disebut Bung Karno. adalah untuk memperlihatkan kepada dunia luar bahwa Bangsa Indonesia sanggup bangkit, meskipun sudah diserang habis-habisan oleh Belanda, 19 Desember 1948, dengan kata lain tanggal 19 Desember 1949 dipilih untuk menghilangkan noda 19 Desember 1948.
Pada saat berdirinya, menurut Peraturan Pcmerintah No. 23 Tahun 1949, UGM memiliki enam fakultas, yaitu: (1) Fakultas Teknik (di dalamnya termasuk Akademi Ilmu Ukur dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Ilmu Alam dan Ilmu Pasti) ; (2) Fakultas Kedokteran di dalamnya termasuk bagian Farmasi, bagian Kedokteran Gigi dan Akademi Pendidikan Guru bagian Kimia dan limu Hayat; (3) Fakultas Pertanian di dalamya ada Akademi Pertanian dan Kehutanan; (4) Fakultas Kedokteran Hewan; (5) Fakultas Hukum di dalamnya ada Akademi Keahlian Hukum, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Tatanegara, Ekonomi dan Sosiologi; dan (6) Fakultas Sastra dan Filsafat di dalamnya ada Akademi Pendidikan Guru bagian Sastra.
Pada saat peresmian berdirinya UGM, Prof. Dr. M. Sardi . ito ditetapkan sebagai Presiden UGM. Pada saat yang sama juga ditetapkan Senat UGM dan Dewan Kurator UGM. Mengenai yang terakhir ini, kepengurusannya terdiri dari ketua (Ketua Kehormatan adalah Sultan Hamengku Buwono IX, sedangkan Ketua adalah Sri Paku Alam VIII, wakil ketua dan anggota. Ini menimbulkan pendapat bahwa ketika UGM lahir, ia memang telah siap untuk meneruskan perjuangan, yaitu meningkatkan martabat manusia Indonesia.
Dari rentetan riwayat perjuangan mendirikan UGM di atas, tidak berlebihan rasanya bila disimpulkan bahwa pendirian UGM adalah usaha untuk meneruskan perjuangan. Ini perlu menjadi pegangan bagi seluruh sivitas akademika UGM
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber:
"Riwajat Perdjuangan Mendirikan Universitas Gadjah Mada dan Sekedar Tentang Perguruan Tinggi lain di Inonesia " oleh Prof. Dr. M. Sardjito, "Perdjuangan Universitas Gadjah Mada dan Perguruan Tinggi Lain Dalam Revolusi Fisik"oleh Pro.f Ir. Herman Johannes, "Buku Kenangan Seperempat Abad Univervitas Gadjah Mada 11 vang diredakturi oleh Drs. H. Nangtjik dan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949.
Minggu, Mei 15, 2011
Nasehat : dari dan untuk ku.
Diposting oleh
khairil.amri
Kata bijak hari ini :
1. Bekerjalah karena pekerjaan itu tanggung jawabmu dan musti diselesaikan. Jangan bekerja karena hal lain.
2. Setiap kamu adalah pemimpin, dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
3. Kerendahan hati untuk memahami orang lain adalah lebih penting daripada memahami diri sendiri dikala kamu hidup dalam komunitas.
4. Bersabar pada kejahatan yang siap menimpamu adalah bentuk pengendalian diri orang yang kuat. Yang kuatlah yang akan bertahan.
5. Raihlah duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, raihlah akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok.
6. Bersyukur adalah bentuk pengejawantahan ketulusan hatimu sebagai makhluk Tuhan.
7. Berdirilah tegak agar kamu bisa membantu orang lumpuh untuk berdiri.
8. Cinta itu tidak akan hilang jika kamu sungguh-sungguh memperjuangkannya.
9 Jodoh ditangan Tuhan, kita hanya wajib berusaha dan bertawaqqal.
10. Wajib hukumnya bagi seorang laki-laki menikah jika tanpa nikah cendrung pada kemaksiatan. Jika kamu tidak bisa, berpuasalah.
11. Pelan-pelan lakukan sesuatu dalam koridor dan arah yang pasti. Sedikit lambat adalah bagian dari proses yang menuntunmu ke kehidupan yang lebih baik. Bersabarlah.
12. Berbuat baik pada orang yang telah menyakitimu adalah bentuk kemuliaan hati yang tidak perlu diakui oleh orang lain, tapi tinggal tunjukkan, Tuhan yang mengetahui karena Dia Maha Mengetahui.
13. Memuji orang lain karena kesuksesan adalah sifat sportif yang sulit ditunjukkan.
14. Berolahragalah agar kamu bisa menemui apa artinya sehat disaat kamu sedang sehat. Jangan sampai kamu menyadari sehat setelah kamu ditimpa kesakitan.
15. Berdoa dan berzikir adalah penyembuh kegundahan hati.
16. Kurangi begadang untuk kesehatanmu :)
Kumpulan nasehat dari dan untuk diri sendiri (introspeksi), semoga bermanfaat juga buat yang lain.
1. Bekerjalah karena pekerjaan itu tanggung jawabmu dan musti diselesaikan. Jangan bekerja karena hal lain.
2. Setiap kamu adalah pemimpin, dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
3. Kerendahan hati untuk memahami orang lain adalah lebih penting daripada memahami diri sendiri dikala kamu hidup dalam komunitas.
4. Bersabar pada kejahatan yang siap menimpamu adalah bentuk pengendalian diri orang yang kuat. Yang kuatlah yang akan bertahan.
5. Raihlah duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, raihlah akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok.
6. Bersyukur adalah bentuk pengejawantahan ketulusan hatimu sebagai makhluk Tuhan.
7. Berdirilah tegak agar kamu bisa membantu orang lumpuh untuk berdiri.
8. Cinta itu tidak akan hilang jika kamu sungguh-sungguh memperjuangkannya.
9 Jodoh ditangan Tuhan, kita hanya wajib berusaha dan bertawaqqal.
10. Wajib hukumnya bagi seorang laki-laki menikah jika tanpa nikah cendrung pada kemaksiatan. Jika kamu tidak bisa, berpuasalah.
11. Pelan-pelan lakukan sesuatu dalam koridor dan arah yang pasti. Sedikit lambat adalah bagian dari proses yang menuntunmu ke kehidupan yang lebih baik. Bersabarlah.
12. Berbuat baik pada orang yang telah menyakitimu adalah bentuk kemuliaan hati yang tidak perlu diakui oleh orang lain, tapi tinggal tunjukkan, Tuhan yang mengetahui karena Dia Maha Mengetahui.
13. Memuji orang lain karena kesuksesan adalah sifat sportif yang sulit ditunjukkan.
14. Berolahragalah agar kamu bisa menemui apa artinya sehat disaat kamu sedang sehat. Jangan sampai kamu menyadari sehat setelah kamu ditimpa kesakitan.
15. Berdoa dan berzikir adalah penyembuh kegundahan hati.
16. Kurangi begadang untuk kesehatanmu :)
Kumpulan nasehat dari dan untuk diri sendiri (introspeksi), semoga bermanfaat juga buat yang lain.
Minggu, Mei 08, 2011
Aja Gileeee Tanjung
Diposting oleh
khairil.amri
Koleksi kawan-kawan di Tanjung, sukses buat kalian dan tetap semangat...berjuanglah dari nol dan jangan suka ngeluh :) hehehe. Mari kita sama-sama belajar. okay?
Kalau mereka ketemu dijalan, dibata aja gan...aja gileeeee tanjung...haha
Chaiyo..
| Semangat! |
| Dua sejoli lagi pandang-pandangan. |
| Biasa, preman pabrik, wkwk |
| Wong Eduaaan. |
| Oi, mana tongkat ane?mau cek boiler neh. |
| idih,, mas booy.... |
| he did seriously |
| mas boy,wkwk |
Kalau mereka ketemu dijalan, dibata aja gan...aja gileeeee tanjung...haha
Chaiyo..
Senin, April 18, 2011
Rahasia Tanah Kaya Mineral by Benazio
Diposting oleh
khairil.amri
Video lucu dari Benazio alias Si bena Kribo, Raja Blogger Indonesia sekaligus administrator rumah blogger
Saksikan video berikut, dijamin ngakak, pake ada sapiudin segala.
Buat kamu yang mau belajar ngeblog, silakan saksikan kreatifitas dia dalam blognya.
Mau tau si bena gokil ini? cek profil dia disini.
Enjoy it!
Saksikan video berikut, dijamin ngakak, pake ada sapiudin segala.
Buat kamu yang mau belajar ngeblog, silakan saksikan kreatifitas dia dalam blognya.
Mau tau si bena gokil ini? cek profil dia disini.
Enjoy it!
Senin, Januari 24, 2011
Anak Seorang Ibu Petani Penyayang (1)
Diposting oleh
khairil.amri
Seorang anak kecil dengan semangat mengejar bola, dengan dibayangi lawan mainnya dia berusaha mengocek bola tenis kecil itu agar bisa mencetak gol yang tinggal beberapa meter lagi darinya. Dengan satu gocekan dia berhasil melewati lawan terakhir dan kemudian dia mengecoh kiper. Akhirnya........................... "GOOOOOOOOOL".
Temannya berteriak kegirangan karena akhirnya mereka menang. Lonceng dari arah sekolah berbunyi, tanda waktu istirahat habis. Dia dan teman-temannya kembali masuk kelas. Dia ambil bola tenis itu, kemudian dimasukkan kedalam sakunya. Sambil membuka kancing baju bagian atas, dia tiup dadanya yang kepanasan. Seluruh baju dalamnya pun basah kuyup. Dia menuju sumur, ambil air dan dia guyurkan kemuka, segeeeeeeeeeeer...Di kelas diapun diprotes gurunya karena bau keringat yang hampir memenuhi seluruh ruangan kelas. Dengan malu-malu dia minta maaf dan akhirnya pelajaranpun dimulai.
Lonceng tanda pulang sekolah pun berbunyi, dia ambil tas, segera berlari keluar kelas. Ketika melewati lapangan bola yang luas itu, dia keluarkan bola tenis itu, dia gocek sendiri menuju ujung lapangan karena diujung sana sudah banyak batu kerikil yang menunngu untuk menemaninya pulang. Sampai dirumah, diapun meletakkan tasnya, ganti baju seadanya. Diapun berjalan ke arah ujung desa, menuju persawahan yang hijau. Tidak lupa dia bawa bola kecil itu didalam sakunya.
Di persawahan itu, diapun menemui ibunya. Alangkah gembiranya Si Ibu melihat anaknya datang. Ibunya menyuruh anaknya duduk dan main di gubuk reot yang dekat dengan sungai. Si ibupun melarang untuk mendekat kesungai. Dengan kecewa dia duduk sebentar sambil memainkan bolanya, dan mencari makanan ringan di tas yang biasa dibawa ibunya. Tanpa sepengetahuan ibunya, diapun berlari menuju sungai. Buka baju dan celana, diapun menceburkan diri kesungai, walaupun sendiri tapi dia menikmatinya. Tak lama kemudian, datanglah teman-temannya. Semakin gembira saja si anak itu. Dia kembali berenang sesukanya dan sambil main petak umpet tak terasa dia sudah dangat kedinginan. Diapun keluar dari sungai, mengeringkan badan sesaat dan kembali memasang baju dan celananya. Tak lupa dia cek kembali bola kecil yang ada didalam sakunya.
Hari menjelang sore, Si Ibupun selesai dan dengan lumpur yang masih menempel disekujur tubuhnya dia mendekat ke gubukk itu. Dia kaget melihat Si Anak mempunyai bibir yang agak biru tanda habis mandi dan kedinginan. Si Ibupun marah dan ngomel-ngomel ke anak itu. Si Anakpun hanya senyum tertunduk, mungkin sedikit menyesal. Si Ibupun mandi dan mengajaknya kembali ke sungai, agar mandinya pake sabun dan bersih lagi. Dengan rasa malas, diapun mengikuti ibunya. Selesai dimandiin, diapun senang karena kasih sayang ibunya sangat terasa ketika itu.
Dia dan ibunya pun pulang, tak lupa minta dijajanin ibunya. Sampai dirumah, ibunya menyuruh dia untuk pakai baju koko pemberian kakek kemudian berangkat ngaji. Kakak-kakaknya pun sudah siap. Dengan membawa obor yang belum dinyalakan, mereka pun berangkat ngaji sampai jam 9 malam. Setelah jam 9, diapun kembali pulang ditemani obor dari bambu yang asapnya bikin sesak nafas dan batuk. Sampai dirumah, merekapun masing-masing belajar. Tak lupa Si Anak menyalakn lampu kecil dari kaleng bekas berisi minyak. Belajarpun dimulai, dia dengan serius berusaha membaca dan mengerjakan tugas dari guru-gurunya dengan baik. Dia berharap nilainya bagus dan menjadi juara di kelas. Seminggu lagi ujian, dan dia juga sudah mempersiapkan diri untuk ujian itu.
Jam 5 pagi, diapun dibangunin bapaknya, disuruh berwuduk dan dengan sepeda tua milik si bapak, diapun berangkat menuju masjid. Pulang dari masjid, dia baca alquran dan periksa kembali pekerjaan rumahnya agar tidak ada kesalahan nantinya. Pagi menjelang, diapun mandi. Si Ibu sudah memanaskan air, dan sudah siap dikamar mandi untuk memandikan dia. Dia protes karena mau mandi sendiri dengan air langsung dari sumur. Si Ibupun memaksa, tapi dia tidak mau dan tetap pengen mandi sendiri. Si Ibupun dengan pengertiannya membiarkan anaknya mandi sendiri. Tak Lupa sedikit baju kotornya dia cuci, walaupun nanti akan dicuci ulang sama Ibunya karena masih kotor.
Masa ujian pun datang, dia dengan penuh semangat belajar dan akhirnya pada waktu pengumuman juara, dia berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya. Semua orang disekelilingnya senang, dan sambil menangis, ibu dan bapaknya memeluk, begitu juga kakak-kakaknya. Banyak hadiah diterima, baik sekedar pelukan maupun sejumlah uang sudah terselip di buku laporan pendidikan dia. Senangnya punya banyak uang, uang itupun dia serahkan buat ibu beli sayur dan lauk pauk. Si Ibu menangis dan bilang ini untuk sekolahnya saja. Si Anak tidak menyerahkan uang semuanya, karena dia berencana beli sayur dan lauk kesukaannya untuk dimasakin Si Ibu.
Hari hari berlalu, kisah seorang anak petani berlanjut dan dengan segala permasalahan yang mampu diatasi. Keluarga petani itupun berusaha setiap hari agar kehidupan mereka lebih baik. Orang tua bekerja dari pagi sampai malam, sianak belajar sungguh-sungguh...
Dan sampai pada saat Si Anak terpukul, tanpa semangat dan seolah-olah tidak hidup lagi di bumi ini. Sangat sedih dia ditinggalkan Si Ibu untuk selamanya, tanpa henti si anak menangis dan pelukan hiburan muncul dari mana-mana. Si Anak kecil itupun akan menjalani kehidupan kedepan tanpa dampingan ibunya, sungguh berat...
___________________________________________________________________
Bersambung ...............
Langganan:
Postingan (Atom)






