Hmmmm... pengen nulis aja..
bosan studi literatur cinnamomum burmanii dari tadi hahaha
Topik thesis mulai dibahas sama rekan-rekan di kampus, ada yang tertarik ke ini dan itu, tapi intinya balik ke passion kita. Well, dmn aja boleh sih...chemical engineering itu luas, tak mungkin kita menguasai semua. Ambil topik yang menurutmu paling prospek, paling disenangi, buat yang belum kerja ya dicari kira-kira topik yang long life time nya lama, idealnya juga mikir mana topik yang paling dibutuhkan orang banyak. Dulu orang berlomba ke oil and gas (mungkin) tapi sekarang mulai krisis minyak, ada pergeseran pandangan orang tentang topik energi secara keseluruhan. Kalau tujuan sesaat sih, oil and gas ya tetap jadi favorit.
Terkait energi, untuk jangka pendek kita bisa bahas tentang energi terbarukan, khususnya biofuel. Nah, biofuel mana yang paling dibutuhkan untuk anak cucu kita? menurutku dari studi yang dah kupelajari adalah green diesel dan fischer trops atau biomass to liquid. Kalau sekarang biodiesel konvensional mulai ditinggalkan, banyak alasan juga sih, terutama masalah keterbatasan blending (kompatibilitas mesin). Begitu juga bioetanol dan Pure Plant Oil (PPO) hanya solusi untuk 10-20 tahun ke depan. Ini masih debatable juga, terkait political willing juga sih, kaya di Brazil aja kita susah kan?
Upaya yang dilakukan sekarang lebih ke arah mensubstitusi minyak bumi melalui sintesis dari bahan terbarukan. Senyawa yang dihasilkan persis sama dengan komponen minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar selama ini. Di jurnal nasional dan internasional sudah banyak penelitian ke arah sana, namun tantangan terberat mungkin balik ke arah pengembangan biodiesel di awal dulu, yaitu NIAT! hahahaha sampai sekarang biodiesel masih 20 % ngap-ngapan kan? coba dari dulu manufaktor kendaraan di endorse and sedikit maksa nyesuaikan mesin, mungkin beda cerita. Bioetanol lebih tragis lagi...
Kenapa ya kita gak ngembangin ini secara masih dari sekarang? Literatur lain kulihat udah sampai mana2 topiknya, di beberapa perusahaan sudah ada yang komersil malahan.
10 tahun lagi jangan2 kita impor dari mereka, saat itu kita baru sadar dan nyesal seperti sekarang?
gak tau sih, kebanyakan pemimpin yang jabat 5 tahun ya mikir sukses 5 tahun kali ya? kaleeee, eh maaf..gak mau negatif thinking. hihihihihi
Kita selalu bandingin ke Brazil yang sukses dalam menggunakan bioetanol, tapi itu kan bukan upaya sesaat semudah membalik telapak tangan. Semoga aja banyak orang di pemerintahan (top level) makin sadar untuk berpikiran jangka panjang terkait kebutuhan energi kita di masa depan.
Kalaupun bukan kita yang menikmati, setidaknya pas anak cucu kita tidak melihat lagi demo kenaikan bbm yang selalu berujung kisruh dan menimbulkan korban, kita butuh bbm murah. BBM kebutuhan wajib dimasa datang, Indonesia mau maju nih, siap2 ntar jadi negara industri. ane sangat yakin, haqqul yakin, hahaha. Orang makan pun dengan energi cukup pun gak bisa gerak karena gak ada bahan bakar, tragis...hehe semoga gak terjadi.
hahaha tulisan seadanya....
#close
Tampilkan postingan dengan label Job. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Job. Tampilkan semua postingan
Senin, Desember 29, 2014
Jumat, November 18, 2011
Avtur Berbahan Baku Sawit Dikembangkan
Diposting oleh
khairil.amri
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan minyak avtur (jetfuel) dari minyak sawit yang merupakan teknologi biofuel generasi 1,5, atau pengembangan biofuel generasi pertama melalui jalur "hydrotreating".
"Jalur hydrotreating yakni dengan proses pemberian hidrogen ke minyak sawit (CPO)," kata Kepala Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi BPPT Dr Adiarso pada Lokakarya Pengembangan dan Perekayasaan Teknologi Biodiesel 2011 di Jakarta, Rabu (16/11/11)
Hidrogen tersebut berasal dari gasifikasi biomassa dan menghasilkan C02 dan H2 yang direaksikan dengan sintesis Fischer Tropsch dengan menggunakan suatu jenis katalis sehingga menghasilkan minyak avtur, ujarnya.
Biofuel generasi 1,5 ini dikembangkan BPPT bersamaan dengan pengembangan biofuel generasi 2 sejak awal 2010 bekerja sama dengan Jepang.
"Kalau yang generasi pertama sudah selesai prototipenya sejak lama, bahkan pabrik biodiesel dan bioetanol ini sudah diaplikasikan di beberapa daerah di kawasan perkebunan sawit, jarak atau perkebunan lainnya," jelas Adiarso.
Teknologi produksi biodiesel merupakan teknologi produksi generasi I, yaitu melalui reaksi esterifikasi dan transesterifikasi minyak nabati dengan sejumlah alkohol dan katalis asam/basa menghasilkan biodiesel (akil ester).
"Namun karena produksi biodiesel generasi I menggunakan bahan baku minyak sawit mentah (CPO) yang harganya sangat tinggi, sampai Rp8.000-Rp9.000 per liter, maka pengusaha sawit tentu saja lebih memilih ekspor mentah langsung daripada membuat biodiesel yang prosesnya harus menambah Rp1.000-2.000 per liter lagi untuk dijual sebagai biodiesel seharga Rp4.500," katanya.
Itulah mengapa dibuat biodiesel generasi II yang memanfaatkan biomassa melalui proses liquifaksi dan gasifikasi.
"Jika biodiesel generasi I menggunakan minyak sawit, biodiesel generasi II akan menggunakan limbah sawit seperti tandan buah kosong sawit, pelepah dan limbah pertanian lainnya sehingga diharapkan tak ada lagi hambatan mengembangkan biodiesel," terang Adiarso.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Aslam Kalyubi mengatakan, potensi biomassa di Indonesia tercatat mencapai 50 ribu MW, bahkan faktanya mencapai 210 ribu MW, sementara kapasistas terpasang hanya 1.618 MW.
"Di AS pembangkitan tenaga listrik dari biomassa mencapai 11 ribu MW sedangkan di Indonesia biomassa untuk pembangkit listrik belum tercatat pasti, namun telah digunakan oleh sejumlah perusahaan," katanya.
[repost] : dari kompas
Minggu, Mei 08, 2011
Aja Gileeee Tanjung
Diposting oleh
khairil.amri
Koleksi kawan-kawan di Tanjung, sukses buat kalian dan tetap semangat...berjuanglah dari nol dan jangan suka ngeluh :) hehehe. Mari kita sama-sama belajar. okay?
Kalau mereka ketemu dijalan, dibata aja gan...aja gileeeee tanjung...haha
Chaiyo..
| Semangat! |
| Dua sejoli lagi pandang-pandangan. |
| Biasa, preman pabrik, wkwk |
| Wong Eduaaan. |
| Oi, mana tongkat ane?mau cek boiler neh. |
| idih,, mas booy.... |
| he did seriously |
| mas boy,wkwk |
Kalau mereka ketemu dijalan, dibata aja gan...aja gileeeee tanjung...haha
Chaiyo..
Langganan:
Postingan (Atom)
